Jakarta (ANTARA) - Perusahaan rintisan (start-up) mobil listrik yang berbasis di California, Amerika Serikat, Faraday Future dikabarkan telah melakukan kecurangan dengan menggelembungkan jumlah pemesanan kendaraan.

Laman CarScoops pada Kamis mewartakan bahwa Faraday Future awalnya menyebutkan pemesanan mobil listrik FF 91 mencapai 14 ribu unit, padahal aslinya hanya beberapa ratus pemesanan.

Pembuat mobil listrik itu juga dituding tidak terbuka terkait peran Jia Yueting -- investor asal China -- yang membiayai proyek Faraday Future.

"Pernyataan yang dibuat oleh karyawan perusahaan kepada investor tertentu menggambarkan peran Jia dalam perusahaan tidak akurat, dan keterlibatan Jia dalam manajemen perusahaan lebih signifikan daripada apa yang telah diwakili investor tertentu," demikian menurut sebuah arsip yang dibagikan.

Investigasi diluncurkan menyusul laporan penjual singkat pada bulan Oktober, yang menyebut Faraday Future sebagai "penipu baru".

Saat penyelidik menemukan ketidakwajaran, Faraday Future mengatakan bahwa komite khusus, penasihat hukum independen dan firma akuntan forensik menemukan "dugaan pengungkapan yang tidak akurat, termasuk yang dibuat dalam laporan penjual singkat, yang tidak didukung bukti untuk ditinjau."

Faraday Future menyatakan siap melakukan perbaikan untuk meningkatkan pengawasan dan tata kelola perusahaan, meningkatkan kontrol internal dan pelaporan keuangan.

Baca juga: XPeng kirim hampir 13.000 kendaraan listrik pada Januari 2022

Baca juga: Lexus tampilkan gambar penggoda dari RZ 450e

Baca juga: NIO kirim lebih dari 9.000 kendaraan listrik di Januari


 
Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2022