Jakarta (ANTARA News) - Stok mobil di dealer Daihatsu di Indonesia turun sekitar 27 persen pada Agustus menjadi empat ribu unit, dibanding kondisi normal 5.500 unit, akibat penjualan secara ritel lebih tinggi dibanding distribusi mobil dari pabrik ke dealer.

"Penjualan ritel kami pada bulan lalu mencapai 11.600 unit, sementara wholesales hanya 9.700 unit. Akibatnya, posisi stok di dealer menipis," ujar Chief Executive Officer PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Suparno Djasmin di Jakarta, Rabu.

Menurut Abong, panggilan Suparno, pada bulan lalu, pabrik tidak dapat bekerja dalam kapasitas maksimal karena masuk bulan Ramadan. Ini membuat pabrik tidak dapat memberlakukan sistem lembur karena karyawan sedang menjalankan ibadah puasa.

Abong melanjutkan, krisis pasokan mobil membuat konsumen harus menunggu untuk mendapatkan model-model favorit, seperti Xenia, Terios, dan Gran Max. Walau begitu, dia memastikan dealer tidak akan menaikkan harga jual untuk memangkas inden.

"Sebenarnya kami dapat menjual ritel lebih banyak lagi karena SPK (surat pemesanan kendaraan) tiap bulan mencapai 12 ribu unit. Namun, pabrik tidak dapat memenuhi," ujarnya.

Produksi mobil Daihatsu dikerjakan PT Astra Daihatsu Motor (ADM) yang memiliki fasilitas pabrik di kawasan Sunter, Jakarta. Pabrik ADM yang berkapasitas 211 ribu unit setahun memproduksi Daihatsu Xenia, Terios, dan Rush. Selain itu, ADM juga memproduksi Toyota Avanza dan Rush.

Sampai Agustus 2010, penjualan Daihatsu naik 59 persen menjadi 75 ribu unit, dibanding periode sama tahun lalu 47 ribu unit. Daihatsu kini berada di posisi kedua pasar mobil domestic di bawah Toyota dengan pangsa pasar 15,8 persen.

Diperkirakan krisis pasokan akan terus berlanjut pada September, mengingat ada libur Lebaran. Meski dibayangi defisit pasokan, Abong meyakini total penjualan akan menembus 100 ribu unit sampai akhir tahun.

"Target ini sudah memperhitungkan tersendatnya pasokan karena faktor liburan," paparnya.
(ANT-258/B010)
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2010