Jakarta (ANTARA) - Menjalani imbauan social distancing dan kerja dari rumah (work from home/WFH) di tengah pandemik virus corona sangatlah bijak, tapi Anda jangan lupa untuk merawat kendaraan yang juga diam di garasi berhari-hari tak digunakan.

Ketika Anda terlalu sibuk kerja di rumah, itu sangat mungkin terjadi, dan dampaknya kendaraan kesayangan bisa rusak. Namun, itu bisa dihindari dengan mengindahkan penjelasan berikut.

Baca juga: Lilin lebah juga bisa jaga kelembapan jok kulit mobil

Baca juga: Langkah perawatan mobil ketika Anda tinggal mudik


Menurut Rizqi, pemilik bengkel Rizqi Autos yang berada di Ciganjur, Jakarta Selatan, hal yang paling umum terjadi jika kendaraan lama tidak dihidupkan mesinnya adalah kerusakan baterai atau aki.

"Kalau paling terasa jelas kalau mobil kita tidak dinyalakan dalam waktu lama, aki yang akan kena," ungkap Rizqi saat dihubungi Antara, Kamis.

Pria yang akrab dipanggil Kiki ini juga menambahkan, bahwa pemilik kendaraan juga harus tetap memberikan perhatian kepada kendaraan yang terparkir tak digunakan selama WFH.

"Sebisa mungkin mobil dipanaskan beberapa waktu, jangan sampai tidak, karena nanti akan merepotkan pada saat ingin kita bawa kendaraan itu," kata dia.

Menurutnya,  kendaraan yang lama tak digunakan atau terparkir lama, tekanan angin bannya juga bisa berkurang. Dia menyarankan, sebelum nanti akan menggunakan mobil itu, sebaiknya cek tekanan angin bannya.
​​​
"Ini juga bakalan terjadi kalau mobil lama diam di garasi, ban akan jadi kurang anginnya," jels dia.

Yang tidak kalah pentingnya, menurut pria yang sudah tujuh tahun mengelola bengkel itu, adalah kemungkinan terjadinya korosi pada tangki bahan bakar. Selain bisa berdampak penyumbatan saluran menuju ruang bakar, risiko bocor juga berpotensi membahayakan pengemudi dan penumpangnya.

"Sebelum didiamkan lama seperti saat ini, lebih baik mobil dalam keadaan full  (tangki) bensinnya agar tidak ada kejadian yang tidak diinginkan dari dampak korosi itu," kata dia.

Dia juga menyarankan pemilik mobil sering membersihkan bagian dalam dan juga luar kendaraan selama kendaraan itu berdiam di rumah dan tidak dipakai. Menyemprotkan cairan penghilang virus juga sangat diperlukan dalam keadaan saat ini untuk sekedar berjaga-jaga agar terhindar dari virus corona.

Baca juga: Cek enam hal inil agar mobil selalu prima

Baca juga: Bengkel sibuk tangani mobil kebanjiran

Baca juga: Pedagang mobkas: Yang penting perawatan bukan tahun kendaraan

Pewarta: KR-CHA
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2020