Jakarta (ANTARA News) - Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan, pengumuman bahwa Honda akan menutup pabriknya di Inggris pada 2021 sangat mengecewakan, tetapi hal tersebut tidak dapat dikaitkan dengan Brexit.

"Keputusan minggu ini oleh Honda adalah keputusan yang sangat mengecewakan. Mereka telah menunjukkan dengan sangat jelas bahwa ini bukan keputusan terkait Brexit. Ini adalah keputusan tentang perubahan yang terjadi pada pasar mobil global," kata May kepada anggota parlemen, seperti dikutip dari Reuters, Kamis.

Honda mengatakan pada Selasa (19/2), langkah itu tidak terkait dengan Brexit dan bahwa mereka perlu memfokuskan manufaktur di daerah-daerah di mana perusahaan asal Jepang itu mengharapkan kenaikan penjualan, setelah berjuang di Eropa.

Tetapi pengumuman tentang pabrik di Swindon, Inggris selatan datang setelah serangkaian peringatan dari Jepang bahwa mereka akan menarik investasi jika Inggris tidak lagi layak secara ekonomi setelah meninggalkan blok tersebut.

Baca juga: Honda akan tutup pabrik di Inggris pada 2022

Baca juga: Honda bocorkan tampilan interior purwarupa mobil listrik terbaru

Baca juga: Honda mobil resmikan diler ke-150 di Indonesia

 

Penerjemah: Monalisa
Copyright © ANTARA 2019