Nusa Dua, Bali (ANTARA News) - Honda Prospect Motor (HPM) menetapkan target penjualan sebesar 12.000 unit hingga akhir tahun pada produk city car terbarunya, All New Brio.

"Target sekitar 4.000 unit sebulan, jadi kalau kali tiga dari Oktober ini totalnya 12.000 unit (hingga Desember)," jelas Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual HPM Jonfis Fandy, disela acara media test drive All New Brio di Bali, Rabu.

Jonfis mengatakan hingga saat ini sudah 4.000 unit lebih yang dipesan sejak diperkenalkan untuk pertama kalinya di dunia pada ajang GIIAS 2018, ICE-BSD City, Tangerang, Banten.

Dari total tersebut, lanjut Jonfis, sebanyak 35 persen merupakan pemesanan untuk All New Brio RS dan sisanya untuk tipe Satya.

"Paling banyak beli RS yang otomatis, tetapi kalau Satya 50:50 antara manual dan matik. Namun untuk awal ini belum terlalu keliatan sih, nanti akan berubah terus," ujar Jonfis.
 
All New Honda Brio saat media test drive di Bali. (ANTARA News/Monalisa)


Generasi kedua dari Honda Brio ditawarkan dalam lima varian, yang terdiri dari tipe All New Honda Brio Satya E M/T, All New Honda Brio Satya E CVT, All New Honda Brio RS M/T, dan All New Honda Brio RS CVT.

Sedangkan pilihan warna eksterior tersedia dalam tujuh warna, antara lain Taffeta White, Lunar Silver Metallic, Modern Steel Metallic, Crystal Black Pearl, Rallye Red dan Carnival Yellow.

"Kalau warna paling laku warna putih," tambah Jonfis.

All New Honda Brio hadir dengan desain yang lebih sporty, serta mengalami penyempurnaan di berbagai aspek, seperti memperluas ruang bagasi hingga 90 mm untuk menyediakan kapasitas yang lebih besar, dan juga memperpanjang jarak sumbu roda hingga 60 mm untuk menciptakan ruang duduk belakang yang lebih besar.
 
All New Honda Brio saat media test drive di Bali. (ANTARA News/Monalisa)


Desain pintu belakang juga diubah menjadi model Tailgate, berbeda dengan tampilan generasi sebelumnya.

Untuk mesinnya, All New Brio menggunakan mesin 1.2 L i-VTEC 4 silinder yang telah disempurnakan. Penyempurnaan yang dilakukan salah satunya mengembangkan teknologi i-VTEC dengan katup tunggal dalam kisaran rpm rendah sehingga mesin akan mendapatkan satu intake Valve per-silinder.

"Dibandingkan dengan penjualan awal Brio generasi pertama, lebih banyak yang sekarang. Dulu itu sekitar 2.000 unit. Kalau yang sekarang karena basic banyak yang dibawa dari Brio lama, dan mendesain agar lebih luas lega, platformnya baru jadi perfom mobil juga jadi baru," papar Jonfis.

Baca juga: Pebalap senior Alvin Bahar terkejut saat jajal All New Brio

Baca juga: Honda akan ekspor Brio generasi kedua

Baca juga: All New Brio punya bagasi lebih luas untuk kereta bayi

Pewarta: Monalisa
Editor: Subagyo
Copyright © ANTARA 2018