Gaikindo dorong harmonisasi pajak demi pertumbuhan seluruh segmen kendaraan

Kamis, 8 Februari 2018 11:09 WIB
Gaikindo dorong harmonisasi pajak demi pertumbuhan seluruh segmen kendaraan
Petugas dari PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mencatat mobil masuk kedalam lambung kapal yang akan di ekspor ke Timur Tengah melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (6/5). (ANTARA FOTO/Stefan) ()
Jakarta (ANTARA News) - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mendorong pemerintah agar melakukan harmonisasi tarif pajak kendaraan agar terjadi pemerataan pertumbuhan di seluruh segmen kendaraan.

Ketua umum Gaikindo, Yohannes Nangoi, mengatakan harmonisasi itu bukan berarti menurunkan pajak kendaraan pada seluruh model, melainkan menyesuaikan tarif pajak pada setiap segmen kendaraan sehingga tercipta pertumbuhan pada beberapa model, terutama sedan, yang penjualannya terus menurun karena pajaknya yang tinggi.

"Harapan kami, kami tahu pemerintah memerlukan pemasukan dari pajak kendaraan. Tapi lebih diharmonisasi, agar semua segmen tumbuh. Tidak seperti sekarang dengan sedan yang terus mengecil," kata Yohannes Nangoi kepada wartawan beberapa waktu lalu.

"Harmonisasi tarif, ada tarif yang turun ada yang naik, tapi harapannya bisa menaikkan pemasukan pemerintah dan pertumbuhan market," katanya.

Nangoi mengatakan pabrikan mobil di Indonesia tidak banyak yang memproduksi sedan karena pajak yang dibebankan mencapai 30 persen, sedangkan pasar mobil penumpang serbaguna (MPV) berkembang karena pajaknya hanya 10 persen.

Padahal, menurut dia, permintaan sedan untuk pasar dunia masih tinggi, selain model SUV yang terus bertumbuh, sehingga harmonisasi pajak akan membuat sedan dan segmen lainnya menjadi berkembang di Indonesia dan membuka peluang ekspor.

"Permintaan dunia untuk sedan itu ada. Kalau diharmonisasi, ada pemasukan untuk pemerintah, industri bisa bertumbuh. Kami juga inginkan menggenjot ekspor," katanya.

Berdasarkan data Gaikindo, total penjualan wholesales mobil (pabrik ke diler) sepanjang 2017 mencapai 1,079 juta unit. Namun sedan hanya terjual sekira 9 ribu unit atau mengalami penurunan besar 34 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Ketua I Gaikindo, Jongkie D Sugiarto, mengatakan sedan bisa kembali diminati pasar nasional asalkan memiliki harga jual yang kompetitif dan tidak dibebani pajak yang besar seperti mobil Low MPV yang dijual di kisaran harga Rp200 jutaan.

"Daya beli masyarakat Indonesia masih Rp200 jutaan," katanya. "Jika harga sedan terjangkau, orang yang merasa belum memerlukan MPV, akan memilih sedan."

Editor: Fitri Supratiwi

COPYRIGHT © 2018

Permintaan sport utility vehicle (SUV) diprediksi masih tumbuh tahun ini, meskipun pasar otomotif diperkirakan masih lesu karena masyarakat cenderung wait and ...
Distributor resmi Mazda di Indonesia, PT Eurokars Motor Indonesia (EMI), memperkenalkan varian baru dari segmen hatchback sporty, Mazda3 Speed, guna ...
Grup otomotif Jerman, Daimler, bersama perusahaan suplier Robert Bosch akan menguji armada swakemudi yang diberi nama Robo-taxis dalam beberapa bulan ke ...
Kendaraan listrik otonom akan merevolusi mobilitas perkotaan dengan memangkas biaya perjalanan hingga 40 persen dan mengurangi emisi CO2 menjadi nol menurut ...
Kontes modifikasi online, Yamaha Customaxi, telah memasuki putaran final yang digelar di Jakarta pada Sabtu malam ini, dengan menghadirkan pemenang terbaik ...