Los Angeles (ANTARA) - Tim peneliti di Universitas Rochester telah menciptakan bahan superkonduktor yang praktis untuk digunakan pada suhu dan tekanan yang cukup rendah, demikian diumumkan oleh pihak universitas pada Rabu (8/3).

Para ilmuwan telah mengejar terobosan di bidang fisika benda terkondensasi ini selama lebih dari satu abad.

Bahan superkonduktor memiliki dua sifat utama, yaitu resistansi listrik yang menghilang dan medan magnet yang dikeluarkan melewati bahan superkonduktor, papar para peneliti.

Dalam sebuah makalah yang diterbitkan pada Rabu di jurnal Nature, para peneliti mendeskripsikan lutesium hidrida yang diberi nitrogen dan menunjukkan superkonduktivitas pada suhu 69 derajat Fahrenheit (20,55 derajat Celsius) dan tekanan 10 kilobar.

"Dengan bahan ini, awal dari superkonduktivitas ambien dan teknologi terapan telah tiba," kata tim peneliti yang dipimpin oleh Ranga Dias, asisten profesor bidang teknik mesin dan fisika di Universitas Rochester.

Eksperimen dan simulasi lebih lanjut diperlukan untuk menentukan stoikiometri hidrogen dan nitrogen yang tepat dan posisi atomistik masing-masing, dalam upaya yang lebih besar untuk lebih memahami kondisi superkonduktor bahan, menurut para peneliti. 
Pewarta:
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2023