Jakarta (ANTARA News) - Pihak Sony mengatakan pembobolan keamanan internet ternyata juga mengincar jaringannya yang lebih luas lagi ketimbang yang diperkirakan.

Hacker (peretas) juga meningkatkan akses mereka ke database yang mengandung informasi pelanggan Sony online Entertainment, yang merupakan sebuah perusahaan cabang yang berada di San Diego AS yang membuat games multiplayer untuk komputer dan Playstation 3. Divisi Sony itu juga mematikan layanan webnya pada Senin (2/5).

Pemadaman itu datang 12 hari setelah Sony Computer Entertainment terputus dari jaringan game konsol Playstation dan Sony network Entertainment mematikan layanan media streaming Qriocity, pihak Sony mengatakan pekan lalu bahwa beberapa layanannya akan mulai pulih pada pekan ini, tetapi mereka masih mati.

Sony mengungkapkan pembobolan pertama pada 22 April, kemudian pada 27 April, perusahaan itu mengumumkan bahwa informasi pribadi dan bahkan nomor kartu kredit telah dicuri dari sebanyak 77 juta akun pengguna.

Dengan jaringan PC game yang juga dikompromikan, Sony menambah 24,6 juta akun di titik itu. Beberapa game populer dikelola oleh divisi online Sony termasuk "Everquest," DC Universe online" dan "Free Realms"

Jaringan tambahan ini ditargetkan pada 16 dan 17 April, yang merupakan hari yang sama dimana jaringan lainnya ter-hack. Sementara infrastrukturnya terpisah, "ada sebuah derajat arsitektur yang berlebihan" diantara banyak jaringan Sony, kata Michele Sturdivant, seorang juru bicara untuk Sony online Entertainment.

"Awalnya, kami percaya bahwa data tak tercuri," ujarnya, tetapi kemudian perusahaan itu mengungkapkan bukti yang berlawanan selama masa investigasinya. "Penggunaan mereka berarti sangat canggih untuk mengakses data itu, dan mereka menggunakan makna canggih untuk menetupi jejak mereka,"

Informasi yang diperoleh hacker dari sistem Sony Online Entertainment termasuk nama pengguna, alamat rumah, alamat email, nomor telepon, nama login, kata sandi yang terlindungi, tanggal lahir dan jenis kelamin. Tak seperti pembobolan yang terakhir, para hacker tak mendapatkan jawaban pada pertanyaan keamanan atau memiliki akses untuk informasi keuangan orang-orang.

Meski begitu, informasi dari adanya penambahan pengguna sebesar 12.700 orang yang disimpan di database yang telah dipensiunkan pada tahun 2007 juga terserang, Sony mengatakan data itu termasuk nomor kartu kredit dan kartu debit dan masa berlakunya, namun bukan kode keamanan, bagi warga non-AS, sebagaimana catatan debit langsung perbankan pelanggan di Austria, Jerman, Belanda dan Spanyol.

Sony meminta maaf atas bobolnya keamanan dan padamnya jaringan pada Senin (2/5). Perusahaan itu berencana untuk menawarkan pemegang akun Playstation sebuah voucher dengan masa berlaku 30 hari untuk layanan playstation Plus, yang memungkinkan para gamer mengunduh game gratis dan ekslusif. Pendaftar Plus saat ini akan mendapatkan tambahan 30 hari ke dalam akun mereka.

Serupa dengan hal itu, Sony Online Entertainment juga akan menambahkan 30 hari pada akun pelanggannya, beserta tambahan waktu bermain untuk setiap harinya selama layanan itu mati.

Perusahaan itu juga mengatakan pihaknya berada dalam proses pembahasan mengenai bagaimana akan mengompensasi ulang para gamer yang memiliki game Playstation 3. Tambahnya, Sony akan menawarkan pendampingan gratis bagi pelanggannya yang ingin mencoba program perlindungan pencurian identitas.

Sony mengatakan pihaknya sedang bekerja dengan FBI (Federal Bureau of Investigation) AS untuk mestikan pembobolan keamanan itu.

Pada hari Senin, juru bicara Playstation Patrick Seybold membantah dalam sebuah laporan dan mengatakan bahwa kelompok hacker menawarkan untuk menjual daftar nomor kartu kredit yang dicuri dari sistemnya, demikian CNN.

(Yud/S026)

Penerjemah: Yudha Pratama Jaya
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011