Semarang (ANTARA News) - Pertamina mengajak masyarakat pemilik mobil mewah menggunakan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi untuk menekan beban subsidi bahan bakar yang dikeluarkan pemerintah.

Pertamina di Semarang, Sabtu, melakukan kampanye "Gerakan Cinta BBM Nonsubsidi" dengan pemasangan spanduk di beberapa SPBU, pembagian stiker dan 1.000 voucher Pertamax di sejumlah jalan utama di Kota Semarang seperti di Jalan A.Yani, Jalan Pandanaran, Jalan Pemuda, Jalan Kampung Kali, kawasan Tugu Muda, sekitar Polda Jateng, serta aksi damai yang dilakukan puluhan simpatisan di kawasan Simpanglima.

"Kami berharap melalui kampanye ini, dapat menggugah kesadaran konsumen yang mampu menggunakan BBM nonsubdisi, sehingga memberi kesempatan kepada masyarakat yang berhak untuk memakai BBM nonsubsidi," kata GM Pemasaran BBM Retail Region IV Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kampanye "Gerakan Cinta BBM Nonsubdisi" tersebut, serentak dilaksanakan di 10 kota besar di Indonesia pada Sabtu (26/6) yakni di Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Palembang, Balikpapan, Denpasar, dan Makassar.

BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamax Plus (untuk mesin bensin) atau Pertamina Dex (untuk mesin solar). Banyak keuntungan dengan memakai BBM nonsubsidi, seperti kandungan oktan yang lebih tinggi sehingga mampu membuat mesin lebih bertenaga.

Keuntungan lainnya BBM nonsubsidi mengandung zat pembersih sehingga membuat saluran bahan bakar kendaraan menjadi bersih, mulai dari tempat penampungan hingga ke ruang bakar sehingga pembakaran menjadi sempurna.

Tahun 2010, Kepolisian RI memperkirakan pertumbuhan kendaraan di seluruh Indonesia mencapai 77 juta lebih. Sementara APBNP 2010, tercatat subsidi BBM dan elpiji sebanyak RP88,89 triliun.

Realisasi subsidi hingga semester pertama 2010 mencapai Rp22,7 triliun. Jumlah tersebut naik hampir lima kali lipat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya pada periode yang sama sebesar Rp5,8 triliun.

Tahun ini pemerintah hanya menyediakan 36,5 juta kiloliter BBM bersubsidi dan pemerintah terpaksa membatasi konsumsi BBM subsidi karena jika dibiarkan volume penggunaan akan meningkat hingga 40,1 juta kiloliter, yang berpengaruh pada beban APBN.
(ANT/P003)

Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2010