Shanghai (ANTARA News/Reuters) - Pembalap Jerman Sebastian Vettel memberi Red Bull kemenangan pertama mereka di Formula Satu setelah mencapai finish pertama di depan rekan setimya, Mark Webber di Grand Prix China yang diguyur hujan, Minggu.

Pembalap berusia 21 tahun itu mencatat kemenangan kedua selama karirnya, dengan pembalap Australia Webber meraih hasil terbaiknya.

"Menempati dua posisi teratas bagi Red Bull luar biasa, saya betul-betul senang," kata Vettel yang mencatat waktu hampir dua jam untuk menyelesaikan 56 putaran pada balapan itu.

Pembalap Inggris Raya Jenson Button yang menjuarai dua balapan pertama musim ini mencapai finish di posisi ketiga untuk meningkatkan keunggulannya di puncak klasemen menjadi enam poin, di atas rekan setimnya di Brawn GP, Rubens Barrichello, yang mencapai finish di posisi keempat.

"Ini hasil hebat bagi saya. Masalahnya adalah Anda tidak bisa melihat mobil di depan atau di belakang, ini sangat berbahaya," kata Button, yang kini mengumpulkan 21 poin.

Pembalap McLaren, Heikki Kovalainen, di posisi kelima, untuk akhirnya bisa menyelesaikan balapan setelah gagal finish pada dua balapan sebelumnya.

Rekan setimnya, juara dunia Lewis Hamilton, di posisi keenam setelah melintir pada deik-detik akhir balapan yang menggagalkannya meraih hasil lebih baik.

Pembalap Jerman Timo Glock dari Toyota berada di posisi ketujuh, turun ke posisi ketiga dalam klasemen konstruktor di belakang Red Bull, dan pembalap pendatang baru dari Toro Rosso, Sebastien Buemi asal Swiss, merebut poin terakhir, setelah mencapai finish di posisi delapan.

Namun ada kedukaan bagi tim Force India, yang belum meraih satu poin pun sejak debut mereka tahun lalu, karena pembalap mereka Adrian Sutil yang sedang berada di posisi keenam, menubruk saat enam putaran menuju finish.

Sementara kesengsaraan Ferrari berlanjut dengan gagalnya tim juara itu mencetak poin selama tiga balapan beruntun. Felipe Massa gagal finish, sedang juara dunia 2007 Kimi Raikkonen finish di posisi ke-10.

Ferrari, yang masih berada di urutan terbawah klasemen konstruktor, kini mengalami keadaan terburuk mereka untuk mengawali musim sejak 1981, saat mobil-mobil mereka tidak bisa melanjutkan lomba di tiga balapan pertama.

Hujan lebat membuat delapan putaran pertama balapan harus dilakukan di belakang mobil pemandu (safety car), setelah pada putaran 20 terjadi serangkaian tubrukan. (*)

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2009