Pembatasan sepeda motor harus ada solusi lain

Senin, 26 Mei 2014 19:02 WIB | 12.340 Views
Pembatasan sepeda motor harus ada solusi lain
Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono (FOTO ANTARA)
Jakarta (ANTARA News) - Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan rencana kebijakan untuk mengurangi penggunaan sepeda motor di wilayah tertentu harus diimbangi dengan solusi penyediaan transportasi massal.

"Harus ada solusi berupa alternatif transportasi massal yang memadai. Jangan asal melarang dengan membatasi penggunaan sepeda motor, tapi harus ada solusinya," kata Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, di Kantor Kemenhub, Jakarta, Senin.

Menurut, Bambang, saat ini populasi sepeda motor di Indonesia menembus sekitar 70 juta unit dan merupakan populasi sepeda motor terbesar di dunia.

Bambang baru saja menghadiri pertemuan International Transport Forum (ITF) Annual Summit 2014 di Leipzig, Jerman, yang digelar 21-23 Mei 2014.

Pada kesempatan itu salah satu isu yang dibahas adalah soal fenomena membludaknya jumlah sepeda motor di Indonesia yang membuat hampir semua peserta dari 55 negara terperangah.

"Bila penyediaan moda transportasi massal perkotaan hingga pedesaan sudah tersedia dan terkoneksi dengan baik, maka pembatasan jumlah kendaraan pribadi termasuk sepeda motor bisa dilakukan," tegas Bambang.

Ia mencontohkan, saat menjelang Lebaran selalu terjadi lonjakan penggunaan sepeda motor ke sejumlah kantong-kantong daerah mudik. Akibatnya memicu peningkatan jumlah angka kematian di jalan raya sepanjang jalur mudik.

"Seandainya tersedia angkutan yang mermadai di daerah-daerah, maka jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor akan drastis berkurang," ujarnya.

Menurutnya, pemerintah tidak bisa menyalahkan para pemudik yang memakai sepeda motor karena masalahnya di daerah tujuan minim angkutan umum pedesaan.

"Untuk itu Kementertian Perhubungan mencari solusi menyediakan angkutan sepeda motor ke sejumlah wilayah di Jawa dan Sumatera," ujarnya.

Lebih lanjut ditegaskan Bambang, sesungguhnya tidak hanya di pedesaan, penyediaan transportasi publik juga dibutuhkan di kota besar dan megapolitan.

"Semua butuh angkutan umum. Kemampuan pemerintah pusat menyediakan fasilitas terbatas. Karena itu perlu juga Pemerintah Daerah ikut bertanggungjawab mengembangkan angkutan di wilayah masing-masing," katanya.

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2014

Saat pembuat mobil di seluruh dunia berlomba mengembangkan dan menguji-coba mobil yang jalan tanpa pengemudi, tanda tanya mencuat: maukah anda naik mobil yang ...
Agen tunggal pemegang merek Toyota di Indonesia, PT Toyota Astra Motor (TAM), yang baru saja meluncurkan New Agya di Jakarta, Jumat, menargetkan penjualan ...
Melalui program corporate social responsibility (CSR) berbasis lingkungan, PT Toyota-Astra Motor (TAM) memperluas cakupan kegiatan Car For Tree ke daerah lain ...
Bridgestone Indonesia meluncurkan produk terbaru Techno Sports dengan pola telapak sporty, daya tahan ban yang lebih baik serta tingkat kebisingan lebih ...
Hal utama yang harus dilakukan kaum wanita yang meniti karir sekaligus menjadi ibu dalam keluarga adalah harus pandai dalam membagi waktu dan peran di dua ...