Jakarta (ANTARA News) - Serikat Pekerja PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyambangi Istana Negara guna meminta pemerintah agar tidak mengangkat kembali jajaran direksi lama. Belasan anggota serikat pekerja PLN itu datang ke Istana Negara, Jakarta, Kamis, sekitar pukul 16.30 WIB guna menemui Sekretaris Kabinet, Sudi Silalahi. "Kami menyampaikan permohonan kami, agar jangan sampai direksi yang lama terpilih kembali," kata Sekretaris Jenderal Serikat Pekerja PLN, Iman Kukuh Pribadi. Serikat Pekerja PLN memprotes keras langkah Meneg BUMN yang tetap mempertahankan empat direksi PT PLN, yaitu Herman Darnel Ibrahim, Sunggu Anwar Aritonang, Djuanda Nugraha Ibrahim dan Fahmi Mochtar. Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil pada Kamis secara resmi memberhentikan jabatan dua direksi PT PLN yakni Dirut Eddie Widiono dan Direktur Keuangan Parno Isworo. Namun, dalam surat Menneg BUMN Nomor S-173/MBU/2008 tertanggal 5 Maret 2008 perihal Perpanjangan Sementara Masa Jabatan Direksi PLN, diputuskan bahwa empat anggota direksi PLN yang masih menjabat yaitu Herman Darnel Ibrahim, Sunggu Anwar Aritonang, Djuanda Nugraha Ibrahim dan Fahmi Mochtar diperpanjang sementara jabatannya. Menneg BUMN akan meminta Dewan Komisaris PLN menunjuk salah seorang dari keempat direksi itu sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama sampai ada penetapan susunan anggota direksi PLN secara definitif. Serikat pekerja berpendapat krisis listrik yang dialami Indonesia saat ini dan mismanajemen yang terjadi di PLN merupakan kesalahan dari direksi yang saat ini menjabat. Menurut Iman, ketidakmampuan PLN untuk menyediakan kebutuhan listrik di Indonesia tidak lepas dari ketidakberdayaan direksi PLN untuk meminta pasokan energi primer kepada pemerintah. Secara tegas, serikat pekerja PT PLN meminta agar direktur teknis PLN nantinya berasal dari internal PLN. Namun, untuk posisi direktur keuangan dan direktur utama, Iman mengatakan, serikat pekerja membebaskan pemerintah untuk mencari orang yang dianggap tepat dari kalangan mana pun. Iman tidak menyangkal bahwa serikat pekerja PLN dalam pertemuan dengan Sudi Silalahi akan menyodorkan nama yang mereka dukung untuk posisi direksi PLN. Namun, ia enggan menyebutkan nama-nama tersebut. Menneg BUMN mengatakan saat ini pemerintah sedang membahas restrukturisasi organisasi PLN. Apabila pembahasan restrukturisasi itu selesai dibahas Kamis malam, maka pemerintah akan segera mengumumkan jajaran direksi PLN yang baru. "Paling lambat Senin depan diumumkan," ujarnya. Meneg BUMN mengaku sudah mengantungi tujuh nama terbaik untuk posisi direksi PT PLN yang berasal dari internal PLN. (*)

Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2008