Makassar (ANTARA) - Kia dan Hyundai sedang mempertimbangkan kendaraan listrik dengan biaya rendah untuk pasar India, hal ini dimaksudkan untuk mendukung pemerintah di bawah skema FAME II di India.

Dalam dua tahun ke depan Kia Corps berencana untuk meluncurkan empat model baru di India, termasuk dari SUV Seltos yang akan datang. Kendati demikian, perusahaan mengatakan untuk proyek kendaraan listrik ini akan menjadi yang proyek terpisah.

"Kami masih bekerja tentang cara membuat EV berbiaya rendah. Saya sedang mempertimbangkan untuk mengembangkan EV untuk pasar India bersama dengan Hyundai," kata Presiden dan CEO Kia Motors Corporation, Han-Woo Park yang dikutip dari Economic Times, Senin.

Ketika ditanya lebih lanjut, apakah EV berbiaya rendah akan menjadi salah satu dari empat model yang akan diperkenalkan di India dalam dua tahun mendatang, dia berkata tidak.

"Ini terpisah. Ini bukan salah satu dari mereka," ungkpanya.

Pada 2018 Auto Expo, Kia telah mengumumkan bahwa mereka berencana untuk memperkenalkan beragam kendaraan di India, termasuk kendaraan listrik kompak eksklusif India antara tahun 2019 dan 2021.

Dia mengatakan Kia Motors sudah memiliki beberapa produk untuk hybrid, plug-in-hybrid, kendaraan listrik dan kendaraan sel bahan bakar yang dijual secara global.

"Kami siap untuk memperkenalkan mobil EV di India tetapi itu tergantung pada infrastrukturNSE 1,31% dan kebijakan dukungan pemerintah. Ketika pasar tepat, kami akan memperkenalkan EV kapan saja ke India," tambahnya.

Hyundai, di sisi lain, bersiap untuk meluncurkan SUV Kona listriknya di India bulan depan.

Park menjelaskan saat ini biaya EV sangat tinggi, terutama untuk pasar India dan tanpa dukungan pemerintah akan menjadi tantangan besar untuk menjual EV di sini.

"Tahun lalu, skema FAME II diumumkan, mendukung terutama kendaraan roda dua dan roda tiga ... Itu tidak termasuk kendaraan roda empat untuk penggunaan pribadi," jelasnya.

Ketika ditanya apakah Kia ingin EV untuk penggunaan pribadi dipertimbangkan untuk dukungan pemerintah, dia berkata, "Ya, tanpa dukungan pemerintah itu tidak mungkin. Harganya terlalu tinggi. Tidak ada yang mau membeli EV."

Skema Rs 10.000 crore FAME II membayangkan subsidi untuk kendaraan roda dua yang mencakup penggunaan pribadi. Untuk segmen tiga dan empat roda, insentif akan berlaku pada kendaraan yang digunakan untuk angkutan umum atau tujuan komersial terdaftar.

Melalui skema dukungan 10 lakh roda dua listrik, lima lakh roda tiga, 55.000 roda empat dan 7.000 bus akan disediakan.


Baca juga: Molor lagi, Luhut janjikan perpres kendaraan listrik rampung Lebaran
Pewarta:
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2019