Jakarta (ANTARA) - Renault India berencana mengekspor kendaraan keluarga terbaru mereka, Triber, ke negara-negara yang menjadi langganan mobil kompak Renault Kwid, antara lain Sri Lanka, Nepal, Bangladesh, Bhutan, Mauritius, dan Afrika Selatan.

"Setelah memenuhi permintaan di India, kami berencana mengekspor Triber ke pasar tempat kami mengekspor Kwid saat ini," kata seorang pejabat perusahaan dilansir Economic Times India, Minggu.

Renault membuat kejutan dengan meluncurkan Triber secara global di India. Mobil berkapasitas mesin 1.000 cc itu ditaksir akan dijual seharga Rp110 juta hingga Rp180 juta.

Triber yang menyasar konsumen muda itu hanya menggunakan mesin bensin, karena Renault akan berhenti memproduksi mesin diesel pada April 2020 di India.

Mobil berdimensi panjang 3,9 meter dengan lebar 1,7 meter itu dirancang untuk mengangkut tujuh orang penumpang. Mobil ini memakai mesin 3-silinder, dan jika masuk ke pasar Indonesia akan menjadi pesaing duet kembar Calya dan Sigra.

Di India mobil itu menjadi kompetitor Datsun Go + dan Maruti Suzuki Ertiga yang tersedia dalam varian diesel.

MPV itu mengadopsi platform CMF-A dari Renault Kwid. Mobil dengan transmisi manual 5-percepatan itu diklaim dapat mengeluarkan kekuatan 72PS dengan torsi 96Nm.

Menurut rencana, Renault akan menyuguhkan opsi transmisi AMT pada tahun depan.

Baca juga: Kemarin, Renault Triber pesaing Calya dan Twitter hapus fitur geotag

Baca juga: Renault Triber calon pesaing Calya dan Sigra, begini tampilannya

Baca juga: Pemegang saham Mitsubishi lengserkan Carlos Ghosn

Pewarta: KR-CHA
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019