Jakarta (ANTARA) - Politisi Golkar Alien Mus menegaskan kabar adanya konsolidasi 25 DPD I Golkar mendorong percepatan Munas merupakan isu hoaks.

"Tidak ada komunikasi antar-DPD yang membahas tentang persiapan percepatan munas," kata Alien Mus di Jakarta, Selasa.

Alien yang juga Ketua DPD I Partai Golkar Maluku Utara itu mengatakan isu hoaks tersebut sengaja dilontarkan guna mengganggu kepemimpinan Airlangga Hartarto.

"Golkar selama ini cukup kondusif. Kader Golkar di akar rumput sudah cukup lelah menghadapi konflik internal terus menerus mulai dari ARB ke Novanto, dan Novanto ke Airlangga," tegas dia.

Dia mengatakan prahara Golkar di masa lampau hendaknya mengingatkan seluruh kader Golkar untuk lebih mementingkan kepentingan partai dibanding kepentingan kelompok.

Menurutnya, Airlangga telah mampu membesarkan Golkar di Pemilu 2019 sehingga masuk menjadi peraih kursi DPR RI kedua terbesar setelah PDIP. Padahal, kepemimpinan Airlangga dibangun dari kasus Novanto yang ditangkap oleh KPK.

"Artinya Airlangga mampu menyelamatkan Golkar dari keterpurukan sejak Setya Novanto ditangkap KPK," ujarnya.

Dia pun mengimbau kepada seluruh kader Golkar untuk taat asas partai. "Mengingatkan kepada kader Golkar di seluruh Indonesia untuk lebih fokus kerja melayani rakyat," kata dia.

Sebelumnya politisi Golkar Aziz Samual menyatakan bahwa sebanyak 25 DPD I Partai Golkar menghendaki percepatan Munas Golkar untuk mengganti ketua umum.

Pernyataan Azis Samual dibantah sejumlah fungsionaris Golkar, seperti Happy Bone Zulkarnain yang menyebut tidak ada komplain dari DPD I Golkar atas kepemimpinan Airlangga Hartarto.

Ketua Plt DPD Golkar Sumatera Utara Ahmad Doli Kurnia juga menyatakan kepemimpinan Airlangga adalah kunci keberhasilan Golkar dalam Pemilu 2019.

Sementara itu DPD Golkar Jawa Barat menilai Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto telah menyelamatkan Golkar dari keterpurukan.

Sedangkan Ketua DPD Golkar Jawa Timur Zainudin Amali, menyatakan mengapresiasi Airlangga yang sudah berhasil memompa semangat kader untuk berjuang dalam pemilu serentak 2019.

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Yuniardi Ferdinand
Copyright © ANTARA 2019