Berlin (ANTARA) - Omzet Volkswagen naik 3,1 persen menjadi total 60 miliar euro atau 67,2 miliar dolar AS pada kuartal pertama tahun fiskal 2019, pembuat mobil Jerman mengumumkan pada Kamis (2/5/2019).

Kenaikan omzet terjadi karena peningkatan pendapatan gabungan, dengan Volkswagen mampu menjual lebih banyak mobil berharga tinggi serta pengembangan bisnis yang baik di divisi layanan keuangan pada pabrikan mobil Jerman itu.

Selain itu, grup Volkswagen juga mendapat manfaat dari perkembangan nilai tukar yang menguntungkan. Dalam beberapa bulan terakhir, euro telah jatuh signifikan terhadap dolar AS.

Namun, Volkswagen menjual kendaraan lebih sedikit pada kuartal pertama 2019 dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu. Penjualan pada semua merek Volkswagen seperti Audi, Porsche, atau Skoda turun 2,8 persen menjadi total 2,6 juta kendaraan.

"Grup Volkswagen sekali lagi memulai awal yang baik tahun ini," kata Chief financial officer (CFO) Volkswagen Frank Witter mengomentari hasil angka kuartal I perusahaan itu, dikutip dari Xinhua.

Meskipun ada peningkatan omzet, laba Volkswagen turun 300 juta euro dan mencapai 3,9 miliar euro pada kuartal I 2019. Penurunan ini disebabkan oleh "barang-barang khusus negatif yang timbul dari risiko hukum".

Pada kuartal I 2019 pabrikan mobil yang berbasis di Wolfsburg itu mengalokasikan satu miliar euro lagi cadangannya untuk proses hukum dan tuntutan hukum, terutama yang timbul dari perselisihan yang sedang berlangsung seputar manipulasi ambang batas emisi. Secara total, cadangan di Volkswagen untuk apa yang disebut "Dieselgate" sekarang berjumlah sekitar 30 miliar euro.

Merek inti Volkswagen, VW mencatat kenaikan omzet 7,1 persen dan menyumbang 21,5 miliar euro atau lebih dari sepertiga dari total omzet industri pembuat mobil Jerman pada kuartal I 2019 itu. Namun, merek mobil mewah dalam grup Volkswagen yaitu Audi, melaporkan bisnis yang lebih lemah pada kuartal I, di mana omzet Audi turun sekitar 1,5 miliar euro.

Menurut Volkswagen, peningkatan konsolidasi dan margin serta nilai tukar positif tidak dapat mengimbangi "efek buruk" dari peluncuran dan penghentian model mobil baru, serta gejoak model mobil Audi yang disebabkan oleh Worldwide Harmonized Light Vehicles Test Procedure (WLTP) yang baru di seluruh dunia.

"Di tengah kondisi pasar yang terus-menerus menantang", pabrikan mobil Jerman itu masih berharap untuk "sedikit melebihi" angka tahun sebelumnya dalam penjualan mobil pada tahun 2019.

Menurut Volkswagen, tantangan dalam tahun berjalan terutama akan muncul dari situasi ekonomi, meningkatnya intensitas persaingan, nilai tukar volatilitas, dan persyaratan WLTP yang lebih ketat.

Investor di pasar saham bereaksi positif setelah publikasi angka kuartalan Volkswagen. Harga saham pembuat mobil Jerman sementara naik lebih dari lima persen dan merupakan unggulan dari indeks saham Jerman DAX pada Kamis.

Baca juga: VW siapkan pesaing Tesla X di China pada 2021
Baca juga: Porsche tambah kepemilikan, kuasai saham Volkswagen 53 persen

Pewarta:
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2019