Jakart1 (ANTARA News) - Menteri Komunikasi dan Informasi, M. Noeh, mengatakan mendukung pelaku UMKM untuk menggunakan alat telekomunikasi sebagai salah satu upaya untuk memotong mata rantai bisnis dan kemiskinan. "IT memang bukan sebuah tujuan tetapi alat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata M. Noeh, di Jakarta, Selasa. Ia mengatakan penggunaan alat telekomunikasi bagi masyarakat miskin terutama pelaku UMKM yang merupakan 99 persen pelaku dunia usaha di Indonesia adalah privellege cerdas untuk memotong mata rantai kemiskinan. Menurut dia, provider atau operator telekomunikasi harus yakin dan optimistis bila akan "bermain" di segmen menengah ke bawah. "Kalau akan mengambil segmen pasar untuk kelompok itu maka yakinlah di balik kelemahan-kelemahan finansial, mereka memiliki potensi yang luar biasa," katanya. Sebagai contoh, model Grameen Bank yang dikembangkan penerima Nobel Perdamaian Muhammad Yunus di Bangladesh, melayani masyarakat miskin di negara itu nyatanya mampu mencapai tingkat pengembalian kredit hingga 99 persen. Jauh lebih tinggi dibandingkan perbankan konvensional di negara itu. Menteri mengatakan pihaknya menyampaikan penghargaan dan terima kasih bagi operator atau pihak mana pun yang mau bermain di segmen menengah ke bawah dan memotong mata rantai kemiskinan itu. Dengan teledensiti yang semakin meningkat, pertumbuhan seluler semakin hebat, keuntungan semakin besar, menurut dia, hal itu harus diimbangi juga dengan pertumbuhan ekomoni dari segmen kelompok bawah atau pelaku usaha mikro. "Kita harus bisa menjawab tantangan itu," katanya. (*)

Pewarta:
Copyright © ANTARA 2007