Jakarta (ANTARA) - General Motors pada Sabtu (2/2) mengatakan, sedang merundingkan “kondisi kelayakan” untuk berinvestasi sebesar 2,73 miliar dolar AS (sekira Rp38 triliun) di Brasil yang dimulai pada tahun 2020 hingga 2024, setelah bulan lalu diperingatkan bahwa investasi baru akan bergantung pada pengembalian laba.

Pembuat mobil itu juga mengatakan tengah menuntaskan rencana investasi 13 miliar reais antara 2014 hingga 2019.

“Sebagai pemimpin pasar, kami mengambil tanggung jawab menghadapi tantangan daya saing yang sedang dialami industri untuk memungkinkan masa depan yang berkelanjutan bagi bisnis kami dan pengembalian yang tepat bagi pemegang saham,” kata chief executive of GM Mercosul, Carlos Zarlenga, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters, Minggu.

“Kami terus bekerja dengan serikat pekerja, dealer, pemasok dan pemerintah untuk memungkinkan investasi baru dan tambahan 10 miliar reais ini di pabrik-pabrik di Sao Caetano do Sul dan Sao Jose dos Campos,” tambahnya.

Surat kabar Valor Economico melaporkan pada hari Jumat bahwa General Motors Co sedang dalam pembicaraan untuk berinvestasi 2,5 miliar dolar AS di negara bagian Sao Paulo selama tiga tahun ke depan sebagai imbalan atas insentif pajak.

GM dalam beberapa pekan terakhir, karyawan di Brasil meminta agar perusahaan meningkatkan keuntungan guna mencegah PHK.

Bulan lalu, pembuat mobil mengatakan kepada pejabat publik dan serikat pekerja bahwa tengah ada pembicaraan mengenai insentif pajak.

GM akan berinvestasi dalam lini produknya hingga tahun 2022, dan kemudian pada tahun berikutnya, perusahaan akan mulai menikmati potongan pajak.

Baca juga: GM tambah investasi 22 juta dolar untuk pabrik mesin

Baca juga: GM pamer Cadillac listrik pertama untuk tantang Tesla

Baca juga: SUV GM Trax pertahankan gelar terlaris di Korea pada 2018

Penerjemah: Chairul Rohman
Copyright © ANTARA 2019