Jakarta (ANTARA News) - Jaksa penuntut Jepang menginginkan mantan pimpinan Nissan Carlos Ghosn mengakui perbuatannya, kata sang putra kepada media mingguan Prancis Journal du Dimanche (JDD), dilansir Reuters, Minggu.

Ghosn ditahan di pusat penahanan di Tokyo sejak penangkapannya pada pertengahan November tahun lalu atas tuduhan mengecilkan jumlah penghasilan dalam laporan keuangan Nissan Motor.
 
Dia juga dituduh melakukan pelanggaran kepercayaan, dengan mentransfer kerugian investasi pribadi kepada Nissan.

Ghosn menyangkal tuduhan terhadapnya.

Anthony Ghosn, 24, belum diizinkan oleh pihak berwenang Jepang untuk menemui ayahnya.

Dalam wawancara pertama sejak jaksa penuntut Jepang menangkap ayahnya, Anthony Ghosn mengatakan ayahnya akan berjuang untuk membersihkan namanya.

Saat ditanya apakah ayahnya berbicara bahasa Jepang, Anthony Ghosn mengatakan tidak.

"Paradoksnya adalah bahwa pengakuan yang mereka ingin agar ditandatangani olehnya (Ghosn) ditulis secara eksklusif dalam bahasa Jepang."

Baca juga: Ghosn akan muncul perdana di pengadilan Tokyo pada Selasa

Penangkapan Ghosn menandai kejatuhan dramatis bagi seorang pemimpin bisnis yang pernah dipuji karena menyelamatkan Nissan dari ambang kebangkrutan.

Sang eksekutif telah diperlakukan sama seperti tahanan lainnya, ditahan di sebuah ruangan kecil yang dingin, dan ditolak seorang pengacara selama interogasi.

Penahanan Ghosn telah menarik perhatian pada sistem hukum di Jepang, di mana para ahli hukum mengatakan jaksa sering mencoba untuk memaksa pengakuan dari tersangka.

Wakil jaksa penuntut di Kantor Kejaksaan Umum Distrik Tokyo, Shin Kukimoto, bulan lalu mengatakan tidak ada metode seperti itu yang digunakan kepada Ghosn.

Anthony Ghosn mengatakan kepada JDD bahwa pengacara ayahnya masih belum melihat berkas kasus lengkap jaksa.

“Dari apa yang saya mengerti, dalam sistem Jepang, ketika seseorang ditahan, jaksa mengungkapkan sedikit demi sedikit unsur-unsur yang ia miliki. Pada setiap kesempatan, ayah saya kemudian membagikan rincian ini dengan pengacaranya."

Ghosn dijadwalkan tampil pertama kali di depan umum dalam pengadilan yang dilangsungkan Selasa (8/1), setelah ia meminta sidang terbuka untuk mendengarkan alasan penahanannya yang berkelanjutan.

"Untuk pertama kalinya, ia akan dapat menjawab tuduhan terhadapnya, untuk memberikan versinya tentang peristiwa," kata Anthony Ghosn, menambahkan bahwa ayahnya akan muncul dalam pakaian penjara dan diborgol.

Baca juga: Pengadilan Tokyo perpanjang penahanan Ghosn sepuluh hari
Penerjemah: Fathur Rochman
Copyright © ANTARA 2019