Jakarta (ANTARA News) - Ford Motor Co menawarkan pembelian (buyout) terhadap sebagian besar tenaga kerja yang tersisa di Venezuela, karena produsen mobil asal Amerika Serikat itu tengah berjuang untuk mempertahankan jalur perakitan di negara yang tengah dilanda krisis tersebut, kata pejabat serikat pekerja, Rabu.

Dilansir Bloomberg, Kamis, sebagai satu-satunya pembuat mobil yang masih memproduksi kendaraan di Venezuela, Ford mulai menawarkan paket pesangon minggu ini kepada para pekerja di pabriknya di negara bagian Carabobo, menurut Gilberto Troya, seorang karyawan Ford dan pemimpin serikat Sutra-Automotriz. 

Dia mengatakan para pekerja pabrik, pemimpin tim dan manajer ditawari pembelian mulai sekitar 70.000 bolivares per tahun, atau sekitar 150 dolar AS.

"Banyak yang sudah menerima tawaran itu," kata dia.

Troya mengatakan pemberhentian itu pada dasarnya merupakan "penutupan operasi produktif". Perusahaan yang berbasis di Dearborn, Michigan itu tengah meninjau untuk mengurangi produksi di negara yang sedang dilanda hiperinflasi itu. 

Operasi Ford di Venezuela telah sangat terpukul oleh akses terbatas ke mata uang tunai dalam beberapa tahun terakhir, yang mana hal itu sangat penting guna mengimpor suku cadang untuk produksi.

"Pasar Venezuela telah menghadapi penurunan permintaan yang signifikan selama beberapa bulan terakhir dan Ford bekerja dengan giat untuk beradaptasi dengan kondisi lokal," kata Ford dalam pernyataannya.

Selama dua bulan terakhir, pabrik di Valencia menghasilkan total 93 model Fiesta dan Explorer, kata Ford. Perusahaan pembuat suku cadang mobil di Venezuela mengatakan bahwa perusahaan itu pada 2014 memproduksi hingga sekitar 7.000 kendaraan.

Ford berada dalam pergolakan restrukturisasi 11 miliar dolar AS yang menyakitkan karena menangani kenaikan biaya dan penjualan yang merosot di pasar luar negeri. 

Meski perihal Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masih belum terperinci, perusahaan investasi perbankan Morgan Stanley memprediksi Ford dapat memangkas 25.000 pekerja di seluruh dunia. Chief Executive Officer Ford Jim Hackett membahas laporan itu dalam percakapan dengan wartawan kemarin.

Ford mempekerjakan lebih dari 900 pekerja di Venezuela, tetapi hampir 600 orang di antaranya telah cuti karena lini pabrik yang menganggur dan kurangnya input, kata Troya. 

Baca juga: Ford buka peluang produksi mobil Volkswagen di pabrik AS

Baca juga: Masalah jok hingga transmisi, Ford "recall" empat model sekaligus di AS

Penerjemah: Fathur Rochman
Copyright © ANTARA 2018