Jakarta (ANTARA News) - Wuling Motors (Wuling) pada hari ini telah beroperasi selama satu tahun di Indonesia yang ditandai dengan raihan penjualan yang mencapai 13.170 unit hingga Juni 2018.

Angka penjualan dari dua model kendaraan Multi Purpose Vehicle antara lain Confero dan Cortez itu diraih sejak Wuling pertama kali memperkenalkan produknya pada Agustus 2017.

Pada Januari hingga Juni 2018, Confero mendominasi penjualan Wuling sebanyak 4.819 unit, Cortez 3.301 unit, sedangkan penjualan pada 2017 sebanyak 5.050 unit berdasarkan data wholesales (penjualan partai besar pabrik ke dealer) dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

Perjalanan Wuling di Indonesia dimulai dengan peletakan batu pertama di areal seluas 60 hektar di Greenland International Center (GIIC), Cikarang, Jawa Barat pada Agustus 2015.

Pada 11 Juli 2017, fasilitas yang terdiri dari 30 hektar pabrik dan 30 hektar supplier park ini diresmikan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla. Pabrik yang memproduksi Confero dan Cortez itu juga menyediakan lebih dari 3.000 lapangan kerja.

Baca juga: Menengok "dapur" Wuling berstandar General Motors

"Kami mengapresiasi sebesar-besarnya atas dukungan konsumen yang telah menemani perjalanan Wuling dari awal. Mari kita tumbuh dan berkembang bersama untuk memajukan pasar otomotif Tanah Air.” kata terang President Wuling Motors, Xu Feiyun, dalam keterangannya, Rabu.

Guna menghadirkan layanan purnajual yang prima, Wuling telah memiliki 71 diler resmi yang akan terus berkembang sampai dengan 80 outlet di seluruh penjuru Nusantara pada tahun ini.

Sebelumnya, Wuling mematok target penjualan sebanyak 30ribu unit kendaraan sepanjang tahun 2018 melalui model-model kendaraan penumpang.

"Wuling akan terus berkembang bersama dengan masyarakat Indonesia dan mempertahankan kinerja yang prima untuk tahun-tahun mendatang," jelas Xu Feiyun.

Baca juga: Wuling Cortez punya pengingat waktu istirahat loh

Baca juga: Pabrik terintegrasi bikin harga jual mobil Wuling lebih terjangkau

Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2018