Jakarta (ANTARA News) - Motor modifikasi gaya chopperland merek Royal Enfield 350 cc milik Presiden Joko Widodo yang dipajang pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 menjadi objek foto para pengunjung.

"Fotonya buat kenang-kenangan, ini kan motor presiden, kapan lagi bisa foto bareng motor presiden," kata salah seorang pengunjung bernama Beni ditemui di Jakarta, Sabtu.

Sebagai pencinta motor, Beni juga turut bangga, karena Presiden Joko Widodo memberi apresiasi dan mendukung produk karya anak bangsa.

Senada dengan Beni, pengunjung lain bernama Refdi bahkan merekam motor berwarna emas tersebut untuk kebutuhan chann
Pengunjung berfoto di depan motor modifikasi gaya chopperland merek Royal Enfield 350 cc milik Presiden Joko Widodo yang dipajang pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018. (ANTARA News/ Sella Panduarsa Gareta)
el Youtube miliknya.

"Keren, warnanya gold. Ini motor rakitan, tapi ada plat nomornya, spion, lampu lengkap, keren lah pokoknya," ungkap Refdi.

Refdi juga merasa senang karena pemimpin negeri ini turut mempromosikan karya anak bangsa pada setiap kesempatan.

"Ini produk anak bangsa, semoga semakin baik lagi, dan ke depan semoga kita punya merek motor sendiri," ungkapnya.
 


Sementara itu, Djoko Iman Santoso sebagai pencetus Increase Indonesia, yang merupakan wadah untuk motor custom, menyampaikan bahwa motor tersebut sengaja dipinjam dari Jokowi.

"Kami sengaja meminjamnya dari Presiden Jokowi untuk dipajang selama IIMS 2018. Kan, bersyukur presiden setuju," kata Iman kepada Antaranews.
Pengunjung mengambil gambar motor modifikasi gaya chopperland merek Royal Enfield 350 cc milik Presiden Joko Widodo yang dipajang pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018. (ANTARA News/ Sella Panduarsa Gareta)

Menurut Iman, tujuannya memajang motor berplat nomor B 6366 ZJV tersebut adalah simbol dari karya anak bangsa yang telah diakui pemimpinnya.

"Ini untuk memacu kreativitas dan kreasi anak bangsa, sehingga bisa lebih baik lagi," ujar Iman.

Iman menambahkan, awalnya pengunjung diperkenankan untuk berfoto sambil menaiki motor tersebut pada hari pembukaan IIMS 2018.

Namun, melihat animo yang semakin besar, Iman khawatir dengan kondisi motor itu sendiri, sehingga ia tak lagi memperkenankan pengunjung untuk menaiki motor tersebut.

"Iya, sekarang sudah tidak boleh dinaiki, karena kan kami juga harus menjaga kondisi motornya," tukasnya.

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2018