Seoul (ANTARA News) - Hyundai Motor mengatakan akan lebih berhati-hati dalam mengembangkan kendaraan otonom (swakemudi) menyusul kecelakan kendaraan Uber yang menewaskan seorang wanita di Amerika Serikat (AS).

Kecelakaan yang melibatkan mobil swakemudi dari perusahaan teknologi AS di Arizona itu merupakan insiden pertama yang menyebabkan korban tewas, sekaligus menjadi perhatian dalam pengembangan teknologi yang diharapkan dapat mengubah dunia transportasi.

Baca: Mobil otomatis Uber tewaskan pejalan kaki di Arizona, AS

Baca: Hyundai uji swakemudi dari Seoul ke PyeongChang

Seorang pimpinan di Hyundai Motor, Yoon Sung-hoon, mengatakan masalah keamanan merupakan faktor besar dalam pengembangan mobil otonom, sehingga pabrikan mobil Korea Selatan itu akan "berhati-hati tentang mobil swakemudi yang akan diproduksi massal."

"Ketika kami mengevaluasi kendaraan perusahaan lain, mereka lebih santai soal standar keselamatan," katanya kepada wartawan, kemudian menambahkan bahwa Hyundai mengambil lebih banyak waktu daripada kompetitor untuk mengembangkan teknologi otonom demi menjamin keselamatan.

"Tidak ada yang tahu dalam situasi apa kecelakaan akan terjadi," katanya.

Hyundai, yang lambat dalam menggulirkan mobil swakemudi, mengatakan pihaknya berencana mengkomersilkan kendaraan otonom level 4 -- yang dapat beroperasi tanpa pengawasan manusia dalam kondisi tertentu -- pada 2021, demikian Reuters.

Baca: AS selidiki kerusakan kantung udara Hyundai dan Kia

Penerjemah:
Copyright © ANTARA 2018