Trik berkendara hemat bahan bakar

Senin, 5 Maret 2018 03:06 WIB
Trik berkendara hemat bahan bakar
Ilustrasi isi bahan bakar (Istimewa)
Jakarta (ANTARA News) - Menghemat bahan bakar pada kendaraan pribadi atau operasional tidak hanya mengurangi beban biaya, melainkan ikut mengurangi polusi udara dan mengurangi dampak pemanasan glonal berkat konsumsi BBM yang efisien.

Sayangnya, tidak semua pengemudi kendaraan memahami cara menghemat bahan bakar walaupun hal itu cukup mudah dilakukan.

General Manager Technical Plant PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Rodko Purba, menjelaskan sejumlah faktor yang mempengaruhi konsumsi bahan bakar pada kendaraan komersial antara lain spesifikasi kendaraan, usia mobil, jenis usaha dan bobot muatan, rute perjalanan, perawatan dan cara mengemudi.

"Eco-driving adalah cara yang bagus, mudah dan murah untuk mengurangi konsumsi bahan bakar saat berkendara. Eco-driving berguna mengurangi CO2 yang dihasilkan kendaraan," kata Rodko Purba di Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2018, Minggu.

Rodko kemudian menggarisbawahi enam cara mengemudi untuk menghemat bahan bakar. Ia mengakatakan enam hal ini bisa digunakan secara umum pada kendaraan pribadi maupun niaga.

Pertama, menjaga kecepatan kendaraan agar tidak terlalu tinggi. Mobil yang melaju kencang tentunya lebih boros bahan bakar ketimbang kendaraan yang berjalan sekira 60-80 km per jam.

Kedua, pengemudi harus menjaga mesin bekerja pada putaran rendah. Putaran mesin yang tinggi atau RPM di atas 2.000 membuat kendaraan lebih banyak menyedot bahan bakar.

Ketiga, pengemudi yang memakai kendaraan transmisi manual harus mengupayakan perpindahan gigi secara tepat. Kebiasaan terlambat memindahkan posisi gigi akan membuat RPM meninggi dan bahan bakar menjadi boros.

Keempat, pengemudi harus berlatih menjaga kecepatan kendaraan secara konstan, tidak berakselerasi secara tiba-tiba juga tidak berhenti mendadak karena meningkatkan kerja mesin dan membuat boros BBM.

Kelima, memaksimalkan Engine Brake saat akan mengurangi kecepatan. Cara ini menuntut pengendara mengetahui medan jalan untuk merencanakan kapan waktu terbaik untuk mengurangi kecepatan dengan bantuan mesin, sehingga mengurangi penggunaan rem secara mendadak.

Keenam, meminimalisasi idling atau kendaraan hidup saat kondisi diam. Mematikan kendaraan bisa dilakukan pada kemacetan panjang seperti di Tol Jakarta-Cikampek atau saat sedang beristirahat agar bahan bakar tidak terbuang percuma.

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2018

Kia Motors Corp akan menarik (recall) lebih dari 507.000 kendaraan di Amerika Serikat (AS) atas masalah sistem kelistrikan yang menyebabkan kantung udara ...
Deretan motor bebek era akhir 80-an hingga awal 90-an terpajang di salah satu sudut pada Otobursa Tumplek Blek 2018 di Kemayoran, Jakarta, ...
Sejumlah pameran seni dan otomotif hingga konser musik akan digelar di Jakarta pada Sabtu. Otobursa Tumplek Blek 2018 mulai dibuka pada hari ini hingga ...
Perusahaan produsen kendaraan roda empat asal India, Tata Motors menarget penjualan 400 unit kendaraan komersial  di Sumatera Selatan pada tahun ...
Fiat Chrysler Automobiles (FCA) akan menyediakan lebih dari 62.000 unit kendaraan swakemudi kepada perusahaan teknologi Alphabet Inc. Puluhan ribu mobil ...