Aliansi Nissan lewati VW jadi produsen mobil terlaris dunia

Selasa, 30 Januari 2018 17:27 WIB
Aliansi Nissan lewati VW jadi produsen mobil terlaris dunia
Carlos Ghosn (kiri) pimpinan sekaligus CEO aliansi Renault-Nissan bersama CEO Mitsubishi Motors Corp dalam sebuah konferensi pers di Tokyo, Jepang, pada Oktober 2016. (Reuters)
Tokyo (ANTARA News) - Aliansi Renault-Nissan menggeser Volkswagen sebagai produsen kendaraan ringan dengan penjualan tertinggi di dunia pada 2017 berkat bergabungnya Mitsubishi Motors.

Penjualan Nissan Motor mencapai rekor tertinggi sebanyak 5,82 juta unit, pabrikan Prancis Renault 3,76 juta unit, dan Mitsubishi 1,03 juta mobil dengan total penjualan 10,61 juta unit kendaraan ringan.

Total penjualan tiga pabrikan mobil itu melewati torehan kendaraan ringan Volkswagen sebanyak 10,53 juta unit, termasuk Audi, Skoda, Seat dan Porsche.

Toyota Motor yang menempati posisi kedua pada 2016, membukukan penjualan grup sebesar 10,2 juta unit pada tahun lalu. Angka itu belum termasuk penjualan truk dari Hino.

(Baca juga: Penjualan Mitsubishi tumbuh 10 persen, disokong performa China-ASEAN)

Banyak pabrikan mobil berupaya meningkatkan volume penjualan guna mencapai skala ekonomi dan mengurangi biaya di tengah kebutuhan investasi guna pengembangan teknologi masa depan, yaitu swakemudi, kendaraan listrik dan layanan mobilitas baru.

Hal itu merupakan fokus aliansi Renault-Nissan dan tujuan utama aliansi mereka saat mengakuisisi saham Mitsubishi Motors pada 2016.

Pimpinan Renault-Nissan, Carlos Ghosn, menargetkan keuntungan dan penghematan dua kali lipat menjadi 10 miliar euro pada tahun 2022, dengan kenaikan volume penjualan tahunan menjadi 14 juta unit.

Salah satu keuntungan aliansi perusahaan otomotif yang diusung Renault-Nissan-Mitsubishi adalah kemudahan menjangkau platform produksi, memangkas biaya pengembangan dan manufaktur, serta meningkatkan keuntungan.

Toyota juga memiliki pendekatan serupa, bermitra dengan Mazda dan Suzuki untuk pengembangan dan pemasaran mobil listrik dan teknologi baru lainnya.

Namun tidak semua pabrikan menganggap kerjasama itu sebagai satu-satunya upaya meningkatkan efisiensi dan keuntungan.

General Motors (GM) justru melepas operasi Opel di Eropa kepada PSA pada tahun lalu.

Strategi itu tampaknya seusai dengan harapan GM yang membukukan keuntungan 6,8 persen pada Januari-September tahun lalu, lebih tinggi dari keuntungan 5 persen Nissan dan 4,3 persen Mitsubishi Motors dalam enam bulan sampai Oktober, serta laba 4,8 persen milik Renault periode Januari-Juni.

Awal bulan ini, GM juga meluncurkan pickup dan SUV baru dengan harga terjangkau untuk pasar global, demikian Reuters.

(Baca juga: GM ajukan izin pengoperasian mobil tanpa pedal dan setir)

Editor: Gilang Galiartha

COPYRIGHT © 2018

Grup otomotif Jerman, Daimler, bersama perusahaan suplier Robert Bosch akan menguji armada swakemudi yang diberi nama Robo-taxis dalam beberapa bulan ke ...
Kendaraan listrik otonom akan merevolusi mobilitas perkotaan dengan memangkas biaya perjalanan hingga 40 persen dan mengurangi emisi CO2 menjadi nol menurut ...
Kontes modifikasi online, Yamaha Customaxi, telah memasuki putaran final yang digelar di Jakarta pada Sabtu malam ini, dengan menghadirkan pemenang terbaik ...
Permintaan sport utility vehicle (SUV) diprediksi masih tumbuh tahun ini, meskipun pasar otomotif diperkirakan masih lesu karena masyarakat cenderung wait and ...
Distributor resmi Mazda di Indonesia, PT Eurokars Motor Indonesia (EMI), memperkenalkan varian baru dari segmen hatchback sporty, Mazda3 Speed, guna ...