Bus listrik Jepang adopsi teknologi Nissan LEAF

Jumat, 19 Januari 2018 21:52 WIB
Bus listrik Jepang adopsi teknologi Nissan LEAF
Bus listrik Yoka ECO Bus yang dikembangkan Universitas Kumamoto, Jepang, mengadopsi teknologi Nissan LEAF yang bakal diuji coba mulai Februari 2018 di Kumamoto. (ANTARA News/HO/Nissan Global Newsroom)
Jakarta (ANTARA News) - Teknologi yang dikembangkan dan diterapkan oleh Nissan untuk mobil listrik mereka, Nissan LEAF, bakal diuji untuk dipakai pada proyek bus listrik Jepang yang memasuki masa uji coba pada Februari 2018.

Inisiatif yang dipimpin Universitas Kumamoto tersebut mengumpulkan sejumlah talenta dan ahli dari industri otomotif, pemerintah dan akademisi, demikian keterangan pers yang diterima di Jakarta, Jumat.

Proyek itu menjadi bagian dari kerja sama Universitas Kumamoto dengan Kementerian Lingkungan Jepang yang bertujuan untuk menekan atau menghilangkan sama sekali emisi karbondioksida dan berbagai gas buang lainnya dari kendaraan berukuran besar seperti bus dan truk.

Uji coba dijadwalkan berlangsung di Kumamoto, bagian barat Jepang, pada Februari.

Penggunaan teknologi mobil listrik yang sudah diterapkan Nissan LEAF dalam proyek tersebut dimaksudkan untuk mengurangi biaya yang bisa melambung tinggi dalam upaya pengembangan berbagai komponen termasuk baterai dan mesin listrik.

Bus yang dinamai Yoka ECO Bus itu disemati tiga baterai, tiga mesin listrik dan inverter dari Nissan LEAF.

Nissan juga mengembangkan gearbox khusus untuk bus tersebut sembari memberikan dukungan teknis.

"Kami berharap bisa meningkatkan kualitas lingkungan di Jepang dengan mengaplikasikan standar pengembangan bus listrik memanfaatkan bantuan dari pabrikan otomotif yang sudah lebih paham," kata pimpinan proyek sekaligus tenaga pengajar di Universitas Kumamoto, Toshiro Matsuda.

Editor: Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2018

Komunitas pengguna Mercedes-Benz W212 yang tergabung dalam Mercedes-Benz W212 Community Indonesia (MBW212CI) kumpul bareng di Hotel Haris, Senayan, Jakarta, ...
Pimpinan eksekutif Audi, Rupert Stadler, mengatakan akan tetap memimpin perusahaan pembuat mobil mewah asal Jerman itu kendati masalah-masalah terkait skandal ...
Produk kaca film semakin berkembang dengan teknologi yang semakin canggih guna memenuhi kebutuhan para pengguna kendaraan dari berbagai segmen mobil yang ...
Para penjual mobil bekas diyakini akan merasakan keuntungan dari trend meningkatnya minat masyarakat terhadap mobil-mobil segmen sport utility vehicle (SUV) ...
Alibaba AI Labs mengumumkan bahwa Daimler, Audi, dan Volvo Cars menjadi merek mobil global pertama yang mengadopsi sistem kecerdasan buatan (Artificial ...