Mobil terbang PAL-V tiba di tangan konsumen pada 2018

Minggu, 18 Juni 2017 17:39 WIB
Mobil terbang PAL-V tiba di tangan konsumen pada 2018
Mobil terbang gyroplane PAL-V One. (https://commons.wikimedia.org/)
Raamsdonksveer (ANTARA News) - Setelah bertahun-tahun melakukan pengujian, perusahaan mobil terbang PAL-V (Personal Air and Land Vehicle) yang berbasis di Raamsdonksveer, Belanda, berencana akan menyerahkan mobil terbang pertamanya kepada konsumen pada akhir 2018.

PAL-V siap menjadi produsen mobil terbang pertama di dunia dengan produk tipe gyrocopter roda tiga yang bisa ditumpangi dua orang. Kendaraan itu memiliki sertifikasi untuk dikendaraai di jalan maupun di udara.

"Mimpi semacam ini sudah ada sejak 100 tahun dari sekarang. Ketika pesawat pertama ditemukan, orang sudah berpikir 'bagaimana jika saya berkendara di jalan?'," Kata Markus Hess kepala penjualan PAL-V dilansir dari AFP, Minggu.

Untuk mengendarai mobil terbang ini, pemilik memerlukan SIM mengemudi dan lisensi pilot. Kendati demikian, pemilik dimungkinkan untuk sekadar mengudara dalam jarak pendek dari satu tempat ke tempat lain.

PAL-V mengungguli para pesaingnya yang juga berupaya mengembangkan mobil terbang di Republik Ceko, Slowakia, Jepang, China dan Amerika Serikat.

Perakitan final PAL-V akan dimulai pada bulan Oktober tahun ini dan perusahaan tersebut berusaha menjadi perusahaan pertama yang memperoduksi mobil terbang secara komersial.

(Baca: Mobil terbang Airbus dipamerkan di Jenewa)


Tidak jatuh dari udara

PAL-V menggunakan dua mesin bertenaga 100 tenaga kuda yang menggunakan bahan bakar bensin tanpa timbal. Kendaraan itu bisa mengudara sejauh 400-500 kilometer pada ketinggian 3.500 meter.

Saat melaju di jalan, PAL-V memiliki kecepatan tertinggi sekitar 170 kilometer per jam.

Pada 2019, perusahaan itu menargetkan bisa memproduksi sekitar 50 sampai 100 unit kendaraan, kemudian akan melipatgandakan produksinya hingga ratusan unit pada 2020.

Namun mobil terbang ini tidak lah murah, Edisi pertama PAL-V Liberty dijual 499.000 euro (Rp 7,4 miliar). Sedangkan Liberty PAL-V versi paling murah yang akan diproduksi di masa mendatang akan dijual 299.000 euro (Rp 4,4 miliar).

"Awalnya, mari kita buat gyrocopter yang bisa dikemudikan," kata Hess.

Namun, perusahaan yang memperkerjakan sekitar 40 sampai 50 karyawan itu menyadari bahwa gyrocopter memiliki baling-baling yang membuat kendaraan itu sulit dikendarai di tikungan. Mereka kemudian melengkapi mobil itu dengan tombol yang bisa melipat baling-baling ke bagian bawah seperti sayap kelelawar.

Perusahaan tersebut menegaskan bahwa PAL-V bukan sebuah helikopter yang baling-balingnya digerakkan oleh mesin. Ini adalah gyroplane di mana baling-baling berputar berkat aliran udara.

Bahkan jika kedua mesin berhenti, baling-balingnya akan tetap berputar.

"Kalaupun Anda melaju dengan kecepatan nol, itu akan terus berputar dan Anda tidak akan terjatuh dari udara," pungkas Hess, demikian AFP.

(Baca: Mobil terbang Toyota diharapkan mengudara pada Olimpiade 2020)

Editor: Monalisa

COPYRIGHT © 2017

Para penjual mobil bekas diyakini akan merasakan keuntungan dari trend meningkatnya minat masyarakat terhadap mobil-mobil segmen sport utility vehicle (SUV) ...
Produk kaca film semakin berkembang dengan teknologi yang semakin canggih guna memenuhi kebutuhan para pengguna kendaraan dari berbagai segmen mobil yang ...
Toyota Motor Corp pada Kamis (24/5) mengumumkan rencana untuk mendirikan fasilitas perakitan komponen kendaraan berbahan bakar hidrogen guna meningkatkan ...
Komunitas pengguna Mercedes-Benz W212 yang tergabung dalam Mercedes-Benz W212 Community Indonesia (MBW212CI) kumpul bareng di Hotel Haris, Senayan, Jakarta, ...
Pimpinan eksekutif Audi, Rupert Stadler, mengatakan akan tetap memimpin perusahaan pembuat mobil mewah asal Jerman itu kendati masalah-masalah terkait skandal ...