Chicago (ANTARA News) - Produsen mobil asal Jepang, Toyota Motor Corp, berharap melalui investasi yang ditanamkan di Amerika Serikat (AS) akan meningkatkan penjualan truk pickup dan menambah kapasitas produksi SUV, guna mempersempit kesenjangan industri otomotif di AS yang semakin populer dengan kendaraan-kendaan besar.

Berbicara di sela-sela Chicago Auto Show, Bill Fay pimpinan Toyota di AS berharap ada peningkatan produksi untuk truk pickup Tacoma, RAV4, Highlander SUV dan crossover terbaru C-HR guna membantu Toyota meraih "60 persen penjualan truk ringan campuran tahun ini, dari sekitar 52 persen pada tahun lalu."

Fay mencatat dalam beberapa bulan terakhir, rata-rata industri truk ringan dan SUV dari penjualan di AS mencapai 64 persen, atau terjadi pergeseran yang mendasar dari mobil biasa ke truk ringan berkat harga bahan bakar yang semakin murah dan peningkatan jarak tempuh pada kendaraan berat.

Fay mengatakan penjualan kendaraan tersebut harus terus meningkat.

"Kami harus menyamaratakan produksi di beberapa titik, tapi kami pikir itu ada cara lain yang bisa dilakukan," kata Fay dilansir dari Reuters, Jumat.

(Baca: Toyota gelontorkan investasi 10 miliar dolar di AS)

Di sisi lain, dia mengatakan Toyota tidak bisa meramalkan waktu untuk mengejar ketinggalan dengan rata-rata industri di AS untuk penjualan di segmen SUV dan truk. Namun ia menambahkan, "tapi kami tidak perlu mengejar itu" karena Toyota populer dengan sedan Camry dan Corolla di AS.

"Mungkin kami akan selalu menjadi merek yang sedikit kurang pada truk ringan, dan lebih tinggi sedikit pada mobil penumpang karena kekuatan yang kita miliki di kendaraan penumpang kami," tambahnya. "Dan itu oke saja."

(Baca juga: Bos Toyota minta Trump pertimbangkan produksi pabrikan jepang di AS)

Penerjemah:
Copyright © ANTARA 2017