Banda Aceh (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) akan menabalkan nama bagi 458 pulau kecil yang terdapat di perairan wilayah tersebut, kata Gubernur NAD, Irwandi Yusuf. "Kita akan mendaftarkan dan memberi nama pulau-pulau kecil di Aceh, mungkin juga harus ditetapkan letak dan koordinatnya," ujarnya di Banda Aceh, Senin. Hal itu dinyatakannya dalam pertemuan dengan Tim Pansus IX Komisi I DPR RI yang diketuai Theo L. Sambuaga dalam kunjungan kerja ke Aceh untuk melihat langsung pelaksanaan tugas pemerintahan Pemda NAD. Jumlah pulau kecil yang terdapat di provinsi ujung paling barat di Indonesia itu tercatat 663 dan baru 205 pulau yang sudah didata dan ditabalkan namanya. Kunjungan kerja yang dilakukan dalam reses masa persidangan III DPR RI Tahun sidang 2006-2007 itu mengadakan pertemuan dengan gubernur Irwandi Yusuf dan muspida setempat. Irwandi mengatakan, saat ini pemda NAD sedang memproses penamaan dan pendaftaran sebagian besar pulau-pulau kecil yang terdapat di Aceh. Penataan pulau-pulau kecil melalui kegiatan pemberian nama pulau yang belum bernama itu juga dimaksudkan untuk mengelola sumber daya alam seperti perikanan dan pariwisata. Selain itu, ia juga menyebutkan, perlunya penanganan khusus dari pemerintah pusat untuk menata Pulau Rondo yang merupakan pulau terluar di Aceh dalam rangka menjaga keutuhan negara. "Pemda NAD siap membantu pemerintah pusat menata Pulau Rondo untuk menjaga keutuhan negara," katanya. Anggota Tim Pansus dari fraksi Partai Bintang Reformasi (PBR) Bachrum R Siregar mengatakan Pemda NAD harus memprioritaskan penamaan dan mendaftarkan pulau-pulau kecil yang ada di daerah tersebut agar tidak hilang dan diambnil pihak lain. "Ratusan pulau kecil di Aceh harus segera ditindaklanjuti dengan memberikan nama dan mendaftarkan segera," katanya. Dia mengatakan Pemda NAD harus segera memberikan nama bagi ratusan pualu kecil di perairan Aceh yang belum memiliki nama karena pada 2007 badan dunia PBB menetapkan pulau-pulau kecil harus memiliki nama dan didaftarkan. Hal senada diungkapkan anggota Tim Pansus dari fraksi Partai Golkar, Happy Bone Zulkarnain, yang mengatakan bahwa pulau-pulau kecil baik yang ada di Aceh dan Indonesia harus dijaga dengan baik, karena apabila dibiarkan begitu saja tanpa ada pertempuran darahpun bisa hilang. (*)

Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2007