Jakarta (ANTARA) - Jenama otomotif asal China, Zhejiang Geely Holding Group Co., Ltd. (ZGH) dan NIO Holding Co., Ltd. (NIO) terus memperkuat kemitraannya di segmen pengisian daya dan baterai swapping dengan dana investasi yang digelontorkan mencapai Rp1.7 triliun atau 640 juta yuan.

CEO Zhejiang Geely Holding Group, Andy An Conghui mengatakan bahwa industri membutuhkan rantai pasok yang lebih andal, kualitas dan efisiensi yang lebih tinggi, serta pengembangan yang lebih aman, ramah lingkungan, dan kolaboratif.

“Jaringan pengisian daya adalah infrastruktur publik yang dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Karena itu, jaringan ini perlu dibangun bersama, digunakan secara terbuka, dan terhubung antarsistem agar dapat memberikan nilai lebih besar bagi pengguna,” kata Andy An Conghui dalam keterangan resminya, Jumat.

Baca juga: Geely dan Renault kembangkan sistem penggerak melalui Horse Powertrain

Ke depan, NIO Power akan mengoptimalkan jaringan battery swapping untuk mendukung kebutuhan armada komersial dan pengembangan bisnis mobilitas komersial Yiyi Power.

Kedua perusahaan, akan mengembangkan standar dan teknologi battery swapping yang terintegrasi untuk model kendaraan penumpang.

Geely Holding Group akan mengembangkan model kendaraan penumpang yang mendukung sistem battery swapping, sementara NIO Power akan menyediakan layanan tersebut bagi model-model terkait.

Langkah ini diharapkan dapat memperluas pilihan solusi energi bagi pengguna kendaraan listrik sekaligus mendukung pengalaman mobilitas yang lebih efisien.

Sementara itu, Founder, Chairman, dan CEO NIO, William Li menjelaskan bahwa dalam satu dekade terakhir, industri kendaraan listrik pintar di Tiongkok berkembang pesat berkat kemajuan teknologi dan inovasi yang berkelanjutan.

“Ke depan, industri tidak hanya perlu terus berinovasi, tetapi juga semakin efisien dalam mengubah inovasi menjadi nilai tambah bagi pengguna. Kerja sama ini menyatukan kekuatan yang telah dibangun oleh kedua perusahaan selama bertahun- tahun, melalui kolaborasi yang lebih erat dalam teknologi, standar, operasional, aset, dan investasi,” jelas William Li.

Di bidang smart charging, NIO juga akan berinvestasi di Zhejiang Haohan Energy Technology Co., Ltd. (Haohan Energy), anak perusahaan ZGH. Setelah transaksi rampung, NIO akan memiliki 10 persen saham di Haohan Energy.

Melalui kemitraan ini, Geely Holding Group dan NIO akan menghubungkan infrastruktur pengisian daya milik kedua perusahaan, memperluas cakupan jaringan, serta meningkatkan efisiensi operasional. 

Baca juga: Geely sudah punya 50 dealer di Indonesia

Baca juga: Geely tantang BYD dengan teknologi pengisian daya 2,2 MW

Baca juga: CATL wanti-wanti soal baterai gagal di tengah banjir produksi EV

Pewarta:
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026