Australia (ANTARA) - Toyota merupakan merek mobil baru favorit masyarakat Australia, namun, popularitasnya yang tinggi juga membuat Toyota menjadi merek mobil yang paling banyak dicuri di negara bagian Victoria.
Berdasarkan data Crime Statistics Agency (CSA) yang dilansir laman Drive, Rabu (30/9) waktu setempat, enam model Toyota masuk dalam 10 besar mobil yang paling banyak dicuri.
Toyota Corolla masih menempati posisi teratas sebagai model yang paling banyak dicuri di Victoria pada periode Maret 2025 hingga Maret 2026, dengan 1.244 kasus pencurian yang dilaporkan.
Holden memutus dominasi Toyota di posisi kedua, dengan 1.183 unit Holden Commodore dilaporkan dicuri.
Baca juga: Kolektor merapat, 4 diecast eksklusif ini bakal ada di IMX 2026
Baca juga: Toyota: Elektrifikasi perkuat kapabilitas industri otomotif RI
Toyota HiLux menjadi mobil yang paling banyak dicuri ketiga di Victoria dengan 1.165 kasus, disusul Toyota RAV4 sebanyak 895 kasus, Toyota LandCruiser 885 kasus, Toyota Camry 554 kasus, dan Toyota Prado 496 kasus.
Lonjakan pencurian tersebut turut mendorong Toyota menghadirkan sejumlah perangkat antipencurian yang didukung langsung oleh pabrikan, termasuk kunci tambahan untuk setir yang dijual mulai dari 200 dolar Australia.
Toyota juga menawarkan immobiliser (sistem pengunci mesin) tambahan untuk SUV Prado dan LandCruiser 300 Series. Biaya pemasangannya mencapai 1.735 dolar Australia (sekitar Rp21,6 juta).
Seperti dilaporkan Drive pada September 2026, immobiliser mesin baru tersebut belum tersedia untuk model Toyota lama lainnya yang menjadi sasaran pencurian, seperti HiLux dan RAV4.
“Immobiliser tambahan yang disetujui pabrikan untuk jajaran model Toyota yang lebih luas saat ini masih dalam tahap kajian,” kata Toyota Australia dalam sebuah pernyataan.
Pada Januari 2026, merek dengan penjualan tertinggi di Australia tersebut mengatakan telah menerapkan fitur keamanan yang ditingkatkan pada model HiLux, LandCruiser, dan Prado baru pada 2025. Namun, Toyota tidak menjelaskan perubahan yang dilakukan pada tahap produksi.
Baca juga: Penjualan Toyota di DIY mulai bangkit usai terdampak opsen
Pelaku pencurian menggunakan perangkat elektronik kompleks yang memungkinkan mereka mengakses Controller Area Network (CAN) pada kendaraan Toyota untuk menonaktifkan fitur pelacakan bawaan, membuka pintu, dan menyalakan mesin.
Dalam laporan Drive pada Maret 2026, pelaku juga disebut menggunakan perangkat untuk menggandakan kunci dalam melakukan pencurian kendaraan.
Informasi dari Victoria Police mengungkapkan bahwa polisi menyita 800 perangkat pengganda kunci dari "pencuri mobil yang kerap melakukan aksinya" di negara bagian tersebut.
Meski sejumlah model Toyota mendominasi daftar tersebut, data CSA menunjukkan Nissan Navara dengan 461 kasus, Ford Falcon 414 kasus, dan Nissan Patrol 399 kasus juga menjadi target pencurian yang cukup tinggi.
Seperti dilaporkan Drive pada September 2026, kasus pencurian kendaraan di Victoria turun 5,2 persen. Sebanyak 26.972 kendaraan dilaporkan dicuri dalam periode satu tahun yang berakhir pada Juni 2026.
Baca juga: GAC incar 50 persen saham FAW Toyota di China
Baca juga: Produksi Veloz Hybrid hingga akhir Agustus 2026 capai 15.737 unit
Baca juga: Alasan Toyota andalkan manusia dibanding robot dalam produksi
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026