Jakarta (ANTARA) - Pabrikan otomotif asal Inggris, Lotus dikabarkan tengah mempersiapkan senjata baru untuk segmen supercar melalui kedaraan yang menggendong mesin V8 hybrid yang dijadwalkan meluncur pada 2028, sekaligus memperkuat kembali karakter performa yang selama ini melekat pada merek Lotus.
CarsCoops, pada Kamis (1/10) melaporkan bahwa supercar tersebut masih dikenal dengan kode pengembangan Type 135. Lotus sebelumnya merencanakan model ini sebagai mobil listrik, tetapi strategi tersebut berubah.
Model terbaru tersebut, dikabarkan bakal menggunakan sistem penggerak V8 hybrid dengan tenaga yang lebih besar hingga mencapai 1.000 PS.
Desain final mobil tersebut belum diperlihatkan. Namun, konsep Theory 1 yang diperkenalkan pada 2024 disebut menjadi salah satu inspirasi bagi bahasa desain generasi berikutnya.
Render independen yang dibahas Carscoops, menunjukkan gambaran bagaimana sebuah Lotus berbasis Emira dapat dibuat jauh lebih agresif, meski rancangan tersebut bukan desain resmi Lotus.
Baca juga: Lotus rilis sketsa mobil sport listrik pertama
Baca juga: Lotus Emira V6 akan segera meluncur di AS
Perubahan strategi itu juga terlihat dari keputusan Lotus mempertahankan Emira. Mobil sport bermesin pembakaran tersebut akan terus menjadi bagian dari jajaran produk Lotus, seiring masih adanya permintaan konsumen terhadap mobil sport konvensional.
Lotus juga tengah menyiapkan perubahan pada Emira. Generasi berikutnya dikabarkan akan menggunakan mesin 3,0 liter twin-turbo yang dikembangkan Horse Powertrain, perusahaan patungan yang melibatkan Geely dan Renault.
Mesin tersebut, diklaim oleh perusahaan memiliki kemampuan untuk menghasilkan tenaga hingga 536 hp sebelum tambahan tenaga dari sistem hybrid.
Di sisi lain, Lotus tidak sepenuhnya meninggalkan kendaraan listrik. Eletre, Emeya, dan Evija tetap menjadi bagian dari portofolio elektrifikasi perusahaan.
Lotus, sebelumnya menyatakan kendaraan listrik tersebut telah memperluas basis pelanggan dan menjadi bagian penting dari bisnisnya.
Dengan strategi baru tersebut, Lotus kini mengambil pendekatan multi-powertrain.
Mobil listrik tetap dipertahankan, tetapi mesin pembakaran dan teknologi hybrid kembali mendapat ruang dalam pengembangan produk performa tinggi.
Perubahan tersebut menunjukkan bagaimana Lotus mencoba menyesuaikan strategi produknya dengan kondisi pasar dan permintaan konsumen, tanpa sepenuhnya meninggalkan arah elektrifikasi.
Baca juga: Deret kendaraan listrik canggih yang diproyeksikan hadir tahun depan
Baca juga: Lotus tantang Tesla melalui stasiun pengisian cepat 450kW
Baca juga: Lotus luncurkan divisi baru kendaraan masa depan
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026