Jakarta (ANTARA) - PT Isuzu Astra Motor Indonesia mendukung penerapan kebijakan Zero Over Dimension Over Loading atau Zero ODOL dalam pengoperasian kendaraan angkutan barang, yang dijadwalkan berlaku efektif mulai awal tahun 2027.
Pemerintah menerapkan kebijakan Zero ODOL untuk meningkatkan keselamatan transportasi, menjaga infrastruktur, serta mewujudkan sistem logistik yang lebih tertib dan berkelanjutan.
"Isuzu pada prinsipnya mendukung implementasi kebijakan Zero ODOL 2027 sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan transportasi dan menciptakan ekosistem logistik yang lebih tertib dan berkelanjutan," kata Kepala Departemen Manajemen Komunikasi PT Isuzu Astra Motor Indonesia Puti Annisa Moeloek kepada ANTARA pada Kamis.
Kebijakan Zero ODOL ditujukan untuk menghilangkan praktik pengoperasian kendaraan angkutan barang dengan muatan melampaui batas dan modifikasi kendaraan pengangkut barang yang tidak sesuai standar.
Pengoperasian kendaraan angkutan barang dengan muatan melebihi batas muatan terberat kendaraan serta modifikasi kendaraan untuk menambah ruang muatan dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas serta mempercepat kerusakan jalan dan jembatan.
Baca juga: Kebijakan Zero ODOL bisa jadi pintu reformasi ekosistem logistik
Isuzu memproduksi dan memasarkan kendaraan niaga seperti TRAGA, ELF, dan GIGA.
Perusahaan menyatakan bahwa pengoperasian kendaraan angkutan barang sesuai standar dapat membantu menekan risiko kecelakaan serta kerusakan jalan dan jembatan akibat lalu lintas kendaraan dengan muatan berlebih.
Guna mendukung penerapan kebijakan Zero ODOL, perusahaan menyediakan layanan konsultasi mengenai pemilihan kendaraan angkutan barang dengan spesifikasi yang sesuai dengan jenis kegiatan usaha.
Layanan tersebut disediakan untuk membantu konsumen memilih kendaraan dengan kapasitas angkut yang sesuai dengan kebutuhan usaha serta meningkatkan pemahaman mereka mengenai aturan pengoperasian kendaraan angkutan barang.
Selain itu, perusahaan mengupayakan bentuk kendaraan yang dibangun bersama karoseri serta aplikasinya sesuai dengan regulasi yang berlaku.
"Kami berharap pelanggan dapat memperoleh kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan operasional sekaligus mendukung aspek keselamatan dan kepatuhan terhadap regulasi," kata Puti.
Baca juga: Askarindo dorong transisi bertahap menuju penerapan Zero ODOL 2027
Baca juga: Pemerintah matangkan persiapan menuju penerapan Zero ODOL 2027
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026