Jakarta (ANTARA) - Pabrikan otomotif asal China BYD menarik kembali (recall) 32.009 unit mobil Shark 6 di Australia, setelah ditemukan potensi kerusakan pada sistem penahan ban cadangan yang dapat membuat roda terlepas ketika kendaraan melaju.
CarsCoops pada Minggu (20/9) waktu setempat melaporkan bahwa kampanye itu mencakup seluruh varian Shark 6 yang dipasarkan di Australia, yakni Premium, Performance, dan Dynamic Cab Chassis. Kendaraan yang terdampak diproduksi dalam rentang 29 Agustus 2024 hingga 15 Juni 2026.
Berdasarkan keterangan BYD Australia, masalah tersebut berkaitan dengan potensi keausan abnormal pada kabel penyangga roda cadangan. Kondisi itu dapat terjadi akibat pemasangan roda cadangan yang tidak tepat, posisi baki roda yang keliru, maupun torsi pengencangan yang tidak sesuai.
Baca juga: BYD tarik ribuan mobil karena bermasalah, bagaimana unit di Indonesia?
Pergerakan dan gesekan yang berlangsung selama kendaraan digunakan dapat menyebabkan kabel penyangga mengalami kerusakan hingga akhirnya gagal menahan roda.
Jika roda cadangan terlepas ketika kendaraan berjalan, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kecelakaan serta membahayakan pengguna jalan lain.
Dari total kendaraan yang ditarik, sebanyak 28.543 unit merupakan Shark 6 Premium, 2.100 unit Shark 6 Performance, dan 1.366 unit Shark 6 Dynamic Cab Chassis.
Sebagai langkah sementara, BYD meminta pemilik kendaraan terdampak melepas roda cadangan dari dudukannya sebelum perbaikan dilakukan. Pemilik juga diminta segera menghubungi diler untuk mendapatkan penanganan.
BYD menghubungi pemilik kendaraan terdampak melalui surat elektronik dan aplikasi BYD dan menawarkan penggantian rakitan penahan atau spare wheel lifter assembly dengan desain yang telah diperbarui secara gratis.
Proses perbaikan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 30 menit, namun, berapa lama kendaraan berada di diler dapat bergantung kepada jadwal bengkel.
Pemilik juga dapat mengecek status kendaraan berdasarkan nomor identifikasi kendaraan (VIN) melalui laman resmi informasi penarikan kembali BYD.
Recall ini menjadi salah satu penarikan terbesar BYD di Australia. Sebelumnya, pada 2022, BYD juga melakukan penarikan terhadap Atto 3 setelah ditemukan ketidaksesuaian terkait titik jangkar kursi anak pada posisi tengah bangku belakang.
Baca juga: BYD berencana bangun pabrik mobil listrik dan baterai di Eropa
Baca juga: Xpeng Indonesia angkat bicara terkait "recall" X9 di global
Baca juga: Honda digugat konsumen karena sistem keselamatan Sensing
Baca juga: BMW tarik 10 ribu unit lebih kendaraan akibat masalah kelistrikan
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026