China (ANTARA) - BYD Denza Z9S, sedan baru yang mencetak rekor dunia untuk jarak tempuh kendaraan listrik terjauh yakni 1.100 km dijadwalkan resmi diluncurkan ke pasar pada 23 September 2026.

Laman Carnewschina, Rabu (16/9) waktu setempat melaporkan, sedan listrik kelas menengah-besar ini diposisikan sebagai alternatif yang lebih compact dari Denza Z9, Z9S sebelumnya telah membuka pemesanan awal dengan tiga varian, dengan harga antara 319.800 yuan (sekitar Rp840 juta) hingga 389.800 yuan (kisaran Rp1 miliar).

Secara desain, Z9S mengusung konfigurasi lampu depan terpisah, panel depan dengan desain memanjang penuh, serta lip depan dua bagian. Kendaraan ini dilengkapi LiDAR yang dipasang di atap dan menyediakan ruang bagasi depan (frunk) berkapasitas 120 liter.

Memiliki panjang 5.090 mm, lebar 1.980 mm, dan tinggi 1.490 mm, dengan jarak sumbu roda 3.025 mm, sedan ini mempertahankan siluet menyerupai coupe.

Baca juga: BYD segarkan SUV Bao 5 dan Bao 8 Flash-Charge Edition di China

Baca juga: Pesanan Denza Z9 GT tembus puluhan ribu unit berkat Blade Battery 2.0

Z9S akan tersedia dalam tujuh pilihan warna eksterior, termasuk Morning Purple dan Fjord Green, serta menawarkan berbagai pilihan pelek berukuran 19 hingga 20 inci. Bagian belakangnya menampilkan lampu belakang ramping dan spoiler elektrik aktif.

Di dalam, kabin menggunakan tata letak melingkar dengan material premium seperti jok kulit Nappa dan pelapis atap berbahan suede.

Fitur-fitur utamanya meliputi panel penumpang magnetik, yakni antarmuka untuk memasang aksesori seperti tablet, headphone, atau kotak penyimpanan, kemudian layar berukuran 7 inci pada sandaran tangan belakang untuk mengatur suhu kabin, pencahayaan, dan hiburan.

Z9S dilengkapi sistem berkendara cerdas “God’s Eye B” yang ditenagai model besar 5.0. Sistem tersebut mendukung navigasi di perkotaan, fitur berkendara dengan bantuan pada kecepatan tinggi, serta parkir dalam berbagai skenario.

Baca juga: BYD Denza Z9 GT bakal tampil dalam film terbaru James Bond

Aspek keselamatan diperkuat melalui konstruksi bodi baja-aluminium hibrida. Baja berkekuatan tinggi dan aluminium mencakup 91,1 persen dari struktur bodi, dengan tingkat kekakuan torsional mencapai 45.036 N·m/derajat.

Z9S menawarkan konfigurasi penggerak roda belakang dengan satu motor maupun penggerak semua roda (AWD) dengan tiga motor, yakni motor tunggal; tenaga maksimum 370 kW (496 hp), sementara tiga motor; tenaga maksimum gabungan 890 kW (1.193 hp).

Dilengkapi baterai Blade generasi kedua dari BYD dengan kapasitas 102,326 kWh dan 122,496 kWh, kendaraan ini memiliki jarak tempuh berdasarkan standar CLTC masing-masing 780 km (632 km WLTP), 920 km (745 km WLTP), dan 1.100 km (891 km WLTP), serta diklaim mampu berakselerasi 0-100 km/jam dalam 2,68 detik.

Selain itu, Z9S menggunakan platform teknologi “e3”, yang mencakup fitur kemudi roda belakang sebagai standar dengan radius putar minimum 4,75 meter, mode “crab walk”, serta sistem kontrol bodi udara cerdas DiSus-A.

Jarak tempuh 1.100 km saat ini menjadi rekor dunia untuk jarak tempuh kendaraan listrik terjauh. Pemegang rekor sebelumnya juga berasal dari merek Denza milik BYD, yakni Z9 GT dengan jarak tempuh 1.036 km (839 km WLTP).

Baca juga: BYD Denza N8L EV segera meluncur di China, miliki jarak tempuh 960 km

Baca juga: Denza N8 terbaru mampu tembus jarak 1.000 km dalam sekali isi daya

Baca juga: Denza N9 tertangkap kamera dengan konfigurasi setir kanan

Pewarta:
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026