Amerika Serikat (ANTARA) - Dalam beberapa tahun terakhir, produsen otomotif tampaknya berusaha menciptakan kembali berbagai hal yang sebenarnya tidak perlu diubah. Kita melihat gagang pintu elektrik yang menimbulkan kekhawatiran terkait akses masuk dan keluar kendaraan dalam keadaan darurat.

Ada pula layar sentuh yang mengambil alih berbagai kontrol yang sebelumnya sangat sederhana dan intuitif. Tesla telah melakukan hal-hal semacam ini selama bertahun-tahun, dan tampaknya mereka belum berhenti mencoba memecahkan masalah yang sebenarnya sudah memiliki solusi.

Hal yang sedang mereka kerjakan saat ini adalah mengganti wiper dan penyemprot kaca depan dengan sinar laser, sebagaimana dilaporkan laman CarBuzz, Minggu (13/9) waktu setempat.

Baca juga: Musk lepas hak paten Tesla, jika digunakan untuk kepentingan dunia

Jika gagasan ini terdengar tidak asing, itu karena Tesla sebenarnya sudah cukup lama mengembangkan teknologi pembersihan kaca dan kaca depan menggunakan laser.

Pada 2021, Tesla mendapatkan paten untuk gagasan tersebut. Kini, pada 2026, ditemukan bahwa Tesla kembali mendapatkan paten dari Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat (USPTO) dengan nomor #2026/0257648 A1 untuk gagasan menggunakan laser guna membersihkan kaca pada kendaraan dan permukaan kaca lainnya.

Hal yang aneh, jika kedua paten tersebut diperhatikan, isinya tampak nyaris identik. Keduanya bahkan menggunakan ilustrasi yang sama dan mencantumkan nama penemu yang sama. Tidak diketahui mengapa Tesla mengajukan paten yang secara praktis identik.

Baca juga: Paten dari Toyota ini sediakan fitur ubah mobil jadi kamera

Gagasan dasarnya cukup mudah dipahami. Permukaan kaca apa pun pada mobil, baik kaca depan, lensa sensor, bahkan layar atau panel surya, dapat tertutup sebagian oleh kotoran, air, sisa serangga, kotoran burung, dan sebagainya. Sistem pembersihan menggunakan laser ini dirancang untuk membersihkan semua kotoran tersebut.

Paten tersebut menjelaskan sistem sensor yang dapat menggabungkan permukaan kapasitif pada kaca depan untuk mendeteksi kotoran, serta sistem kamera untuk mengetahui secara tepat lokasi kotoran tersebut. Setelah itu, laser akan ditembakkan secara berdenyut ke arah kotoran hingga kotoran tersebut hilang.

Baca juga: BYD patenkan sistem pendeteksi makhluk hidup di kolong mobil

Paten tersebut juga menjelaskan bahwa laser akan dikalibrasi agar tidak menembus kedalaman kaca depan. Lapisan tertentu juga dapat diterapkan untuk semakin mencegah penetrasi laser. Hal ini tentunya dilakukan demi keselamatan penumpang, dan kemungkinan juga untuk melindungi kamera-kamera sensitif.

Tesla juga menyebutkan bahwa sistem tersebut dapat digunakan pada produk lain, seperti panel surya rumah tangga.

Tesla menilai teknologi ini dapat membantu mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk membersihkan permukaan karena tidak perlu mengeringkannya, sekaligus menghindari penggunaan "larutan kimia canggih" yang berpotensi merusak komponen.

Baca juga: Ford ajukan paten untuk kumpulkan suara dan data kendaraan

Baca juga: Pengadilan Jerman larang Ford jual mobil yang terhubung internet

Pewarta:
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026