Jakarta (ANTARA) - Jenama otomotif asal China, Li Auto, tampaknya makin serius dengan rencananya melakukan ekspansi ke pasar global dan kabar terbaru menunjukkan perusahaan menargetkan masuk ke pasar Eropa di akhir tahun ini.

Li Auto sendiri memiliki popularitas yang besar di pasar domestiknya sebagai produsen mobil listrik mewah.

Mengutip laporan Inside EVs, Jumat (11/9), rencana Li Auto melakukan ekspansi ke Eropa ini diperkuat dengan pengumuman perdana tentang rencana perusahaan memamerkan mobil crossover i6 sebagai model pertama mereka untuk pasar Eropa di dalam pameran otomotif di Paris pada Oktober 2026.

Li Auto mengatakan tak lama setelah memamerkannya, perusahaan menargetkan masuk ke pasar mobil Eropa pada paruh kedua 2026.

Baca juga: Generasi kedua Mega dari Li Auto meluncur

Pameran Otomotif di Paris itu akan menjadi tempat mereka mengungkapkan "lini produk global yang lengkap dan rencana peluncuran pasar, bersamaan dengan wawasan yang lebih dalam tentang strategi Eropa dan peta jalan produk masa depan mereka".

Langkah baru perusahaan ini bertolak belakang dari pernyataan CEO Li Auto Li Xiang pada 2023 yang menargetkan rencana ekspansi tidak akan dilakukan perusahaannya sebelum 2028.

Namun ternyata setelahnya mereka sempat melakukan peluncuran yang dilakukan secara hati-hati di pasar Timur Tengah dan kini mereka justru lebih agresif untuk pasar Eropa.

Baca juga: Li-Auto segera hadirkan penyegaran untuk MPV Mega

Membahas jajaran produknya, Li Auto memiliki dua lini produk. Pertama ada seri L yang merupakan SUV bergaya konvensional dengan jangkauan lebih luas.

Seri ini memiliki tenaga penggerak berupa listrik namun ada juga mesin bensin si bawah kap mesin yang berguna untuk meningkatkan jangkauan kendaraan ketika baterai utama habis.

Lini lainnya adalah seri i, seri tersebut menunjukkan deretan mobil Li Auto yang sepenuhnya bertenaga listrik.

Baca juga: Li Auto desak standarisasi istilah untuk pengemudian otonom di China

Adapun untuk mobil pertama yang dipasarkan di pasar Eropa adalah Li i6 yang sebelumnya menjadi salah satu model terlaris di pasar domestik China. Mobil itu di China bahkan bersaing langsung dengan Tesla Model Y.

Untuk pasar Eropa, perusahaan akan menghilangkan penyebutan Auto dalam penamaannya dan hanya akan dikenal sebagai produsen otomotif Li.

Hal itu juga akan berdampak pada penamaan model mobil yang dikenalkan menjadi Li 6.

Belum diketahui apakah ada perbedaan spesifikasi antara model Eropa dan China namun jika mengacu pada yang sudah dipasarkan maka Li i6 dikenal dengan baterai 87,3 kWh serta dua motor penggerak.

Baca juga: Li Auto jadikan Halo OS open source untuk sistem operasi otomotif

Satu motor di Li i6 menghasilkan 335 tenaga kuda atau 536 tenaga kuda untuk dua motor. Jarak tempuhnya mencapai 447 mil (719 kilometer) dengan sekali pengisian penuh.

Untuk harganya mobil ini dibanderol mulai dari 36.000 dolar AS (sekitar Rp633 jutaan), tetapi bukan yang termurah di segmennya.

Model EREV kelas atas dari Li Auto sendiri dapat dengan mudah mencapai lebih dari 75.000 dolar AS (sekitar Rp1,3 miliar) di China.

Mengingat adanya penambahan tarif dan harga karena lingkungan persaingan yang berbeda di Eropa, diprediksi Li Auto i6 tidak akan dipasarkan dengan harga serupa.

Baca juga: Li Auto segera luncurkan Li Mega seharga Rp1,3 miliar

Pewarta:
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026