Beijing (ANTARA) - Posisi dominan kendaraan energi baru (NEV) di pasar otomotif Tiongkok semakin kukuh pada Agustus 2026, dengan penjualan NEV mencatatkan rekor 60,6 persen dari total penjualan mobil baru secara bulanan, tunjuk data industri pada Kamis (10/9).
Pada Agustus 2026, output dan penjualan NEV masing-masing mencapai lebih dari 1,65 juta dan 1,64 juta unit, melonjak hampir 20 persen secara tahunan (year on year/yoy), menurut data dari Asosiasi Manufaktur Mobil Tiongkok (China Association of Automobile Manufacturers/CAAM).
Secara keseluruhan, output dan penjualan otomotif pada Agustus 2026 masing-masing tercatat sebanyak 2,68 juta dan 2,71 juta unit. Wakil Sekretaris Jenderal CAAM Chen Shihua mengaitkan pertumbuhan produksi dan penjualan otomotif secara bulanan tersebut terutama dengan subsidi konsumsi otomotif yang terus berlanjut.
Putaran terbaru dari kebijakan subsidi konsumsi otomotif yang telah ditingkatkan digulirkan di sejumlah kota, dengan fokus pada penyederhanaan prosedur pengajuan, peningkatan nilai subsidi, serta perluasan cakupan kendaraan yang memenuhi syarat.
Para analis menyatakan bahwa peningkatan kebijakan subsidi tersebut, yang ditopang dukungan finansial nyata, telah menurunkan hambatan para pemilik mobil saat ini untuk melakukan tukar tambah dan memperbarui kendaraan mereka. Langkah-langkah itu mendongkrak kepercayaan konsumen dan mengubah keraguan pasar menjadi pesanan aktual, sehingga kembali menggairahkan pasar otomotif.
Ekspor kendaraan Tiongkok terus tumbuh pesat, dengan volume ekspor bulanan melampaui 1 juta unit selama tiga bulan berturut-turut.
Pada Agustus 2026, ekspor kendaraan mencapai 1,01 juta unit, naik 65,3 persen (yoy). Terutama, ekspor NEV pada bulan tersebut melonjak 1,3 kali lipat menjadi 526.000 unit.
Dalam delapan bulan pertama 2026, total ekspor otomotif mencapai 7,15 juta unit, naik 66,7 persen (yoy), termasuk 3,44 juta unit NEV, dan mencatatkan peningkatan 1,2 kali lipat.
NEV menyumbang lebih dari 50 persen dari total ekspor otomotif Tiongkok selama tiga bulan berturut-turut, yang berarti satu dari setiap dua kendaraan yang diekspor merupakan NEV.
Perubahan mendasar dalam struktur ekspor tersebut menunjukkan bahwa ekspor otomotif Tiongkok sedang beralih menuju model yang digerakkan oleh NEV dan membuka pasar global melalui teknologi elektrifikasi, tutur Chen.
Di balik kuatnya angka penjualan dan ekspor, industri otomotif Tiongkok sedang mengalami transformasi yang lebih mendalam dan didorong oleh serangkaian langkah kebijakan untuk mengarahkan sektor tersebut menuju pembangunan berkualitas tinggi.
Pada awal September 2026, Tiongkok menerbitkan surat edaran mengenai pengaturan pembayaran pemasok dan pengoptimalan manajemen periode akun bagi perusahaan otomotif, yang bertujuan untuk lebih menertibkan persaingan di industri NEV serta membina hubungan kerja sama yang adil, wajar, jujur, dan saling menguntungkan antara produsen kendaraan dan pemasok suku cadang.
Surat edaran itu mengimbau produsen otomotif untuk menyelesaikan pembayaran kepada perusahaan pemasok berskala kecil dan menengah dalam kurun waktu 30 hari setelah barang diterima, dengan batas waktu maksimal 60 hari, serta mendorong pembayaran secara tunai.
Secara terpisah, Tiongkok merilis pedoman untuk mengatur praktik persaingan produsen otomotif di luar negeri dan memperkuat kepatuhan, agar dapat mendorong ekspansi global industri otomotif negara tersebut yang sehat dan tertib.
Pedoman itu berfokus pada pemasaran di luar negeri dan mencakup kepatuhan dalam keselamatan produksi, manajemen mutu, perlindungan tenaga kerja, serta keamanan data, mendorong penetapan harga berbasis biaya yang sesuai dengan penawaran dan permintaan pasar internasional.
Seorang pejabat Kementerian Perdagangan Tiongkok menuturkan pedoman tersebut menekankan kepatuhan hukum, persaingan yang sehat, serta kerja sama yang saling menguntungkan, sehingga membantu para produsen otomotif Tiongkok dalam memenuhi tanggung jawab sosial di luar negeri dan berintegrasi di negara tuan rumah.
Ekspor otomotif Tiongkok sedang memasuki fase di mana kualitas, alih-alih volume semata, harus menjadi prioritas, ujar Chen.
Garis besar Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030) menyerukan percepatan pengembangan industri emerging strategis, seperti NEV terkoneksi cerdas. Tiongkok juga menargetkan peningkatan pangsa NEV dalam hal total armada kendaraan menjadi 30 persen per 2030, menurut sebuah rencana aksi pencapaian puncak karbon selama periode tersebut.
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026