China (ANTARA) - Anak usaha baterai BYD FinDreams Battery menandatangani perjanjian kerja sama dengan Changsha Fusheng Technology untuk mengembangkan sistem baterai Blade Battery bagi lokomotif kereta industri dan pertambangan.
Kerja sama tersebut menyasar lokomotif yang digunakan di fasilitas industri, pertambangan, dan area depo atau emplasemen kereta, termasuk untuk kegiatan langsir serta transportasi di dalam area operasional, lapor laman Carnewschina, Kamis (10/9) waktu setempat. Dalam perjanjian itu disebutkan bahwa baterai Blade untuk kendaraan kereta baru tersebut harus memenuhi standar kelas otomotif (automotive-grade).
FinDreams akan memberikan dukungan dalam penelitian, pengembangan, dan produksi baterai. Sementara itu, Changsha Fusheng akan menangani integrasi sistem dan pengembangan aplikasi dengan memanfaatkan teknologi sistem manajemen baterai serta kendali elektronik yang dimilikinya.
Changsha Fusheng Technology mengembangkan sistem energi terintegrasi untuk peralatan yang beroperasi di area tertentu. Dalam kerja sama dengan BYD, perusahaan tersebut akan mengintegrasikan baterai Blade dengan sistem kendali yang diperlukan untuk operasional kereta industri, sesuai dengan isi perjanjian.
Baca juga: Hongqi jadi merek pertama di luar BYD yang gunakan Blade Battery 2.0
Namun, pengumuman tersebut tidak mengungkapkan nilai kerja sama, volume pasokan baterai, spesifikasi lokomotif, maupun jadwal dimulainya operasi komersial.
Kerja sama ini menambah daftar kemitraan terbaru FinDreams di sektor pertambangan dan transportasi industri.
Pada 5 September, pemasok baterai tersebut menandatangani perjanjian serupa dengan Zero Carbon Engine Technology Group. Kedua perusahaan berencana menjajaki sejumlah proyek di Mongolia, termasuk truk tambang listrik.
Meskipun lokomotif kereta merupakan segmen baru bagi BYD, perusahaan tersebut bukan pendatang baru di kendaraan berat. Pada Juni 2026, BYD mengirimkan 100 unit truk tambang listrik T31, yang masing-masing dilengkapi baterai Blade berkapasitas 424 kWh, kepada perusahaan transportasi konstruksi di Shenzhen.
Truk traktor listrik Q3 milik BYD juga menggunakan baterai Blade dan diperkenalkan bersama T31 dalam sebuah acara di Hunan pada April. Dalam acara tersebut, BYD mengamankan kesepakatan untuk 150 unit truk berat energi baru.
Truk traktor listrik Q3 akan diluncurkan pada ajang dagang mobilitas dan otomotif terbesar di dunia yang berasal dari Jerman, Internationale Automobil-Ausstellung (IAA) pada akhir tahun ini.
BYD merupakan pemasok baterai terbesar kedua di China. Pada periode Januari hingga Juli 2026, perusahaan tersebut memasang baterai kendaraan listrik dengan total kapasitas 72 GWh di pasar domestik, dengan pangsa pasar sebesar 18 persen. Namun, angka tersebut turun 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, pesaing utama BYD, yakni CATL, memasang baterai kendaraan listrik dengan total kapasitas 186 GWh di China, dengan pangsa pasar sebesar 46 persen.
Meski masih mendominasi pasar, angka tersebut mencatat pertumbuhan 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Para produsen mobil menyadari dominasi CATL yang semakin kuat dan mulai mengambil langkah untuk mengurangi ketergantungan terhadap perusahaan tersebut serta mendapatkan kendali yang lebih besar atas pasokan baterai.
Sebagai contoh, Li Auto, yang pada April merupakan pelanggan baterai kendaraan listrik terbesar keempat CATL, mulai beralih ke baterai yang dirancang secara internal dan diproduksi oleh Sunwoda. Li Auto mengumumkan investasi sebesar 2,65 miliar yuan untuk langkah tersebut.
Langkah itu mengikuti keputusan Xpeng yang sebelumnya juga mengurangi ketergantungannya terhadap CATL.
Baca juga: CATL dan BYD berlomba kembangkan baterai "solid-state" pada 2027
Baca juga: CATL wanti-wanti soal baterai gagal di tengah banjir produksi EV
Baca juga: Hakikat hilirisasi nikel yang berdampak bagi negeri
Baca juga: Korsel dorong insentif bagi EV berbaterai nikel di Indonesia
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026