Jakarta (ANTARA) - Perawatan mesin secara berkala menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga performa kendaraan dan alat berat yang digunakan dalam kegiatan pertambangan, terutama di tengah tuntutan efisiensi operasional dan penerapan bahan bakar biodiesel B50.

Presiden Direktur PT ExxonMobil Lubricants Indonesia Syah Reza mengatakan kondisi mesin perlu dipantau secara berkala untuk memastikan kendaraan dan alat berat dapat beroperasi secara optimal serta mengurangi risiko kerusakan yang dapat mengganggu kegiatan operasional.

"Keandalan peralatan, kebersihan pelumas, dan perawatan berbasis kondisi dapat membantu perusahaan menjaga produktivitas sekaligus mengendalikan biaya operasional," ujar Syah Reza dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Pelumas asal Perancis lakukan pembaharuan untuk mesin 2 tak

Baca juga: Industri pelumas bakal terdampak akibat perang AS, Israel dan Iran

Menurut dia, pemeliharaan kendaraan dan alat berat tidak hanya berkaitan dengan penggantian komponen ketika terjadi kerusakan, tetapi juga mencakup pencegahan melalui pemeriksaan kondisi mesin dan sistem pelumasan.

Pelumas berperan dalam mengurangi gesekan antarkomponen mesin sekaligus membantu menjaga komponen dari keausan. Karena itu, pemilihan pelumas yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan dan kondisi penggunaan menjadi bagian dari pemeliharaan mesin.

Kebutuhan tersebut semakin relevan bagi kendaraan dan alat berat yang bekerja dalam kondisi berat dengan durasi operasi yang panjang.

Di sisi lain, penerapan bahan bakar biodiesel B50 turut menjadi perhatian dalam pengoperasian kendaraan dan alat berat. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat hasil pengujian B50 pada alat berat pertambangan menunjukkan performa mesin yang stabil tanpa gangguan signifikan.

Namun, konsumsi bahan bakar pada penggunaan B50 tercatat meningkat sekitar 3,12 persen dibandingkan B40. Kondisi tersebut membuat efisiensi bahan bakar dan pemeliharaan mesin menjadi aspek yang perlu diperhatikan oleh pengguna kendaraan dan alat berat.

Syah Reza mengatakan pemantauan kondisi mesin secara berkala dapat membantu mendeteksi potensi masalah lebih awal sehingga tindakan perawatan dapat dilakukan sebelum terjadi kerusakan yang lebih besar.

"Di tengah penyesuaian produksi dan implementasi B50, setiap jam operasi alat berat menjadi semakin bernilai," katanya.

Pembahasan mengenai pemeliharaan mesin dan sistem pelumasan tersebut menjadi bagian dari keikutsertaan ExxonMobil Lubricants Indonesia dalam Mining Indonesia 2026 yang berlangsung pada 9-12 September 2026 di Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran, Jakarta.

Baca juga: Pertamina Lubricants sebut pasar ekspor pelumas tembus 16 negara

Baca juga: Pentingnya ganti pelumas secara rutin pada kendaraan

Baca juga: Piala Dunia dimanfaatkan untuk mengangkat peran penting mekanik

Pewarta:
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026