Jakarta (ANTARA) - Pengguna kendaraan perlu memperhatikan lima hal ketika harus berkendara di tengah paparan abu vulkanik atau debu, mulai dari memastikan keselamatan sebelum perjalanan, menyesuaikan kecepatan dan cara berkendara, hingga memperhatikan sirkulasi udara kabin.
GAC Indonesia melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu, menyebut langkah-langkah tersebut penting diperhatikan karena abu vulkanik dan debu di udara tidak hanya dapat mengurangi jarak pandang, tetapi, juga berpotensi mempengaruhi kondisi kendaraan serta kualitas udara di dalam kabin.
Langkah pertama ketika harus berkendara di tengah abu vulkanik adalah memprioritaskan keselamatan sebelum perjalanan. Pengemudi kendaraan disarankan memantau informasi cuaca, kondisi aktivitas vulkanik, serta arahan dari pihak berwenang sebelum bepergian.
Apabila kondisi wilayah tidak memungkinkan untuk dilalui, pengemudi perlu mempertimbangkan untuk menunda perjalanan.
Baca juga: Langkah-langkah pemeriksaan kendaraan komersial terdampak abu vulkanik
Kedua, pengemudi perlu menyesuaikan kecepatan dan cara berkendara ketika melintasi wilayah dengan paparan abu vulkanik atau debu. Kondisi tersebut dapat mengurangi jarak pandang serta membuat kondisi jalan lebih sulit diprediksi.
Pengemudi disarankan mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, serta tetap fokus terhadap kondisi jalan dan lingkungan sekitar.
Ketiga, pengguna perlu memperhatikan sirkulasi udara kabin. Pengaturan sirkulasi udara dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan untuk membantu menjaga kenyamanan udara di dalam kabin.
Ketika konsentrasi debu atau abu vulkanik di luar kendaraan meningkat, pengaturan sirkulasi yang sesuai dapat membantu mengurangi masuknya udara dari luar secara berlebihan.
Langkah keempat yang perlu diperhatikan ialah kondisi filter kabin dan sistem pendingin udara (AC). Pastikan bagian itu diperiksa secara berkala.
Perawatan yang tepat membantu memastikan sistem bekerja secara optimal dalam mendukung kenyamanan pengemudi maupun penumpang.
Langkah terakhir yakni memeriksa dan membersihkan kendaraan setelah perjalanan. Abu vulkanik dan debu dapat menempel pada permukaan eksterior maupun bagian kendaraan lainnya.
Setelah melewati area dengan paparan abu atau debu yang tinggi, pengguna disarankan membersihkan kendaraan dan melakukan pemeriksaan apabila diperlukan.
GAC Indonesia menekankan bahwa teknologi kendaraan seperti penyaring udara merupakan salah satu fitur pendukung kenyamanan kabin dan tidak dapat menggantikan langkah keselamatan lainnya.
Dalam kondisi paparan abu vulkanik, pengguna tidak disarankan hanya mengandalkan fitur kendaraan ketika kondisi lingkungan sudah tidak aman untuk dilalui. GAC Indonesia juga mengingatkan bahwa apabila kondisi lingkungan sudah tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan dengan aman, menunda perjalanan dan mengikuti arahan pihak berwenang tetap menjadi pilihan utama.
Baca juga: Abu vulkanik yang menempel di kendaraan disarankan segera dibersihkan
Baca juga: Cara benar bersihkan abu vulkanik yang menempel pada kendaraan
Baca juga: Efek paparan abu vulkanik pada kendaraan
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026