China (ANTARA) - Pemerintah China diwartakan telah memperingatkan produsen-produsen mobilnya agar tidak memangkas harga kendaraan secara agresif serta terlalu sering menyesuaikan harga di pasar internasional guna menyingkirkan para pesaing.
Menurut laporan Nikkei Asia yang dikutip Drive pada Selasa (8/9), Pemerintah China dalam pedoman terbarunya memperingatkan para produsen agar tidak menerapkan praktik penetapan harga agresif, terlalu sering mengubah harga, serta membuat klaim palsu atau menyesatkan yang dapat merusak reputasi merek-merek China.
Kementerian Perdagangan China mengeluarkan Guidelines on Overseas Competition and Compliance Construction sebagai panduan yang berlaku secara umum untuk memastikan praktik produsen mobil China saat membangun kehadiran di pasar-pasar baru tidak memicu tindakan balasan ekonomi.
Guna mencegah produsen mengalihkan kelebihan pasokan mobil ke pasar luar negeri, terutama ketika penjualan mobil di China mengalami stagnasi, pedoman tersebut melarang ekspor produk yang tidak memenuhi kebutuhan pasar dan kondisi penggunaan di pasar tujuan.
Produsen mobil juga diminta menetapkan strategi harga berdasarkan biaya dan berpedoman pada kondisi pasokan dan permintaan di pasar internasional, serta menghindari tindakan yang mengganggu persaingan pasar demi memperoleh keuntungan kompetitif yang tidak adil.
Pedoman tersebut diterbitkan ketika produsen-produsen mobil China mulai memperluas bisnis ke pasar seperti Kanada, sebagai tahapan untuk melangkah ke pasar Amerika Serikat, di mana mobil buatan China dikenai tarif tinggi.
Pedoman baru itu disusun bersama oleh Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi, serta Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar China.
Selain mencakup panduan mengenai penetapan harga dan pencegahan praktik penetapan harga yang anti-persaingan, dokumen tersebut mengatur peningkatan dukungan kepada pelanggan, kepatuhan terhadap aturan lokal mengenai pengumpulan data, serta langkah-langkah lain untuk melindungi reputasi merek-merek mobil China.
Baca juga: Produsen mobil China siap berekspansi ke pasar Kanada
Pemerintah China selama ini dituduh memberikan subsidi secara tidak adil kepada produsen mobil dalam negerinya agar dapat menjual kendaraan dengan harga lebih murah dari pesaing serta memperkuat posisi di pasar luar negeri.
Dua tahun lalu, investigasi Uni Eropa menyimpulkan bahwa pemerintah China telah memberikan subsidi secara tidak adil kepada produsen-produsen mobilnya sehingga kendaraan mereka dapat dijual lebih murah di pasar Eropa.
Uni Eropa kemudian menerapkan tarif signifikan terhadap kendaraan listrik buatan China.
Namun, penetapan tarif tersebut tidak menghentikan produsen mobil China untuk melakukan ekspor, terutama ketika permintaan kendaraan di pasar domestik melambat.
Apalagi pengurangan insentif pembelian dan pembebasan pajak untuk kendaraan listrik dan hibrida di China membuat ekspor menjadi pilihan yang menguntungkan bagi produsen mobil di negeri itu.
Baca juga: Produsen mobil China jajaki skema leasing lintas negara
Baca juga: Aturan impor EV baru Malaysia persempit peluang pasar produsen China
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026