Jakarta (ANTARA) -

Mercedes-Benz mematenkan teknologi yang memungkinkan kendaraan off-road mengapung dan bergerak di permukaan air dengan memanfaatkan roda sebagai penggerak saat melintasi perairan.

Dilansir dari dari laman Motor1, Selasa, paten tersebut menggambarkan sistem untuk kendaraan penumpang dua sumbu yang dapat mengatur berbagai fungsi kendaraan ketika melakukan penyeberangan sungai.

Teknologi tersebut mencakup mode khusus untuk perjalanan di air yang mengatur kendaraan sejak memasuki perairan, mengapung, bergerak mengikuti jalur yang ditentukan, hingga kembali ke daratan.

Baca juga: Mercedes terancam dilarang di AS akibat kaitan dengan China

Saat berada di air, roda kendaraan dapat berputar dan berfungsi seperti dayung untuk membantu kendaraan bergerak. Sistem juga dapat mengatur kecepatan setiap roda secara terpisah untuk membantu kendaraan mempertahankan arah ketika menghadapi arus air.

Mercedes juga memanfaatkan sejumlah sensor dan sistem navigasi untuk membantu kendaraan membaca kondisi di sekitarnya. Dalam paten tersebut, sistem dapat mengarahkan kendaraan menghadap arus dan mengatur putaran roda untuk membantu mempertahankan posisinya.

Teknologi tersebut juga dilengkapi konsep anchor mode. Sistem ini menggunakan GPS dan sensor untuk mendeteksi arah arus, kemudian mengatur posisi serta putaran roda agar kendaraan tidak terbawa arus terlalu jauh.

Baca juga: Mercedes-Benz ingin kembali bisnis taksi saat BYD mulai masuk

Selain itu, Mercedes mempertimbangkan penggunaan material pelampung yang dapat ditempatkan di bagian dalam rumah roda. Material tersebut dapat berupa busa atau perangkat tiup yang membantu meningkatkan daya apung kendaraan sekaligus mengurangi gangguan aliran air di sekitar roda.

Perangkat tiup tersebut dapat disimpan di dalam kendaraan dan digunakan ketika kendaraan akan melakukan penyeberangan air. Dengan konsep tersebut, Mercedes tidak perlu menambahkan baling-baling atau sistem penggerak khusus seperti pada kendaraan amfibi konvensional.

Baca juga: Mercedes siapkan unit buat bersaing dengan BMW M3 EV

Sistem itu juga dirancang untuk membantu kendaraan ketika kembali ke daratan. Sensor akan memantau kondisi setiap roda dan menyesuaikan tenaga yang diberikan ketika roda mulai mendapatkan traksi di permukaan tanah.

Motor1 menyebut teknologi dalam paten itu belum berarti Mercedes akan segera memproduksi kendaraan yang dapat mengapung.

Meski demikian, teknologi tersebut menunjukkan bagaimana Mercedes mencoba menggabungkan sistem penggerak roda, suspensi aktif, sensor, dan perangkat lunak untuk meningkatkan kemampuan kendaraan ketika menghadapi medan ekstrem.

Baca juga: Profil Stadion Mercedes-Benz, arena semifinal Piala Dunia 2026

Baca juga: Mercedes-Benz jual C-Class listrik dan mulai produksi GLC EV

Pewarta:
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026