Jakarta (ANTARA) - Pemilik kendaraan perlu memperhatikan cara membersihkan abu vulkanik agar tidak menimbulkan baret pada lapisan cat mobil, terutama dengan menghindari gesekan langsung ketika partikel abu masih menempel di permukaan.

Ahli otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB) Agus Purwadi mengatakan langkah paling aman adalah membilas kendaraan dengan air dalam jumlah cukup sebelum mencuci menggunakan sampo mobil.

"Urutan yang paling aman adalah bilas dengan cukup banyak air, cuci dengan sampo mobil pH netral, gunakan metode dua ember agar kotoran tidak kembali ke permukaan cat, lalu keringkan dengan microfiber bersih secara menepuk atau usap ringan," kata Agus dihubungi dari Jakarta, Senin.

Adapun metode dua ember dilakukan dengan menggunakan satu ember untuk larutan sampo dan satu ember lainnya untuk membilas wash mitt atau kain microfiber agar partikel abu yang sudah terangkat tidak kembali tergosok ke permukaan cat.

Baca juga: Efek paparan abu vulkanik pada kendaraan

Membersihkan kendaraan dalam kondisi ini diperlukan, sebab, Agus mengatakan abu vulkanik berbeda dari debu biasa karena butirannya sering lebih tajam dan kasar, sehingga saat bergesekan dengan permukaan mobil efeknya seperti amplas halus.

Senada dengan Agus, pakar otomotif ITB lainnya, Yannes Martinus Pasaribu mengatakan pembilasan menjadi tahap penting karena kontak langsung dengan abu yang masih kering dapat menyebabkan goresan pada permukaan cat.

"Cara membersihkan agar abu tidak merusak lapisan cat kuncinya minimalkan kontak fisik dengan cat sampai sebanyak mungkin abu sudah terbilas. Jangan langsung digosok dengan menggunakan spons, kanebo, atau microfiber pada permukaan yg masih dipenuhi abu kering," kata Yannes.

Ia menyarankan pembilasan dilakukan menggunakan air mengalir dalam jumlah cukup hingga debu terlepas dari permukaan kendaraan. Proses tersebut idealnya dilakukan di tempat teduh agar permukaan tidak terlalu cepat mengering.

"Bilas terlebih dahulu menggunakan air mengalir dalam jumlah cukup hingga debunya terlepas, idealnya di tempat teduh agar permukaan tidak terlalu cepat mengering. Setelah abu terlihat benar-benar terangkat, barulah lakukan pencucian," ujarnya.

Yannes menambahkan setelah proses pencucian selesai, kendaraan perlu dibilas kembali dan dikeringkan menggunakan microfiber bersih.

Lebih lanjut, Agus mengingatkan penggunaan alat dan teknik pengeringan juga perlu diperhatikan. Kain kering, kemoceng, spons kotor, dan tekanan gosok yang kuat sebaiknya dihindari karena dapat menjebak partikel abu di permukaan dan meninggalkan baret.

"Setelah bersih, wax atau polish dapat membantu memberi lapisan proteksi tambahan agar kontaminan lebih sulit menempel," kata Agus.

Baca juga: Ini efek buruk campur air wiper dengan sabun mandi atau cuci piring

Baca juga: Tips cuci mobil sendiri agar bersih dan aman untuk kendaraan

Baca juga: Cara aman bersihkan kabin mobil agar tak jadi sarang kuman

Pewarta:
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026