Jakarta (ANTARA) - Pabrikan otomotif asal Jerman Volkswagen dikabarkan bakal menghentikan produksi merek Seat pada akhir 2029 dan hanya akan fokus pada Cupra di pasar otomotif Spanyol.
CarsCoops dan WirtschaftWoche, Kamis (3/9) waktu setempat, melaporkan bahwa kejadian itu merupakan rentetan dari kondisi Volkswagen yang belum lama ini menghentikan dua fasilitas produksi mereka dan juga pemutusan hubungan kerja sebanyak 10 pekerja.
Hal itu semakin diperkuat melalui terkuaknya dokumen rahasia yang dipersiapkan untuk rapat dewan pengawas VW pada tanggal 3 dan 4 September.
Baca juga: Volkswagen berpotensi pangkas 100.000 pekerjaan
Menurut laporan tersebut, Seat telah dihapus dari perencanaan strategis jangka panjang grup dan akan secara bertahap menghilang selama tiga tahun ke depan.
"Merek Seat akan dihentikan secara bertahap dan efisien dari segi biaya paling lambat pada akhir tahun 2029, sambil memastikan dukungan berkelanjutan bagi pelanggan yang sudah ada (misalnya, layanan) dan pemenuhan kewajiban yang ada," demikian isi dokumen VW itu.
Ini merupakan akhir yang dramatis bagi sebuah merek yang didirikan pada tahun 1950 dan dikendalikan oleh Volkswagen sejak tahun 1980-an, tetapi arah perjalanannya sudah jelas sejak lama.
Cupra memulai kiprahnya sebagai merek performa Seat sebelum menjadi merek independen pada 2018.
Cupra berkesempatan membangun Raval, dan Skoda menciptakan Epiq dari komponen VW ID.Polo yang baru, tetapi Seat – yang masih belum memiliki kendaraan listrik dalam ukuran apa pun – tidak dilibatkan.
Angka-angka tersebut menjelaskan alasannya. Seat dan Cupra secara kolektif menjual rekor 586.300 kendaraan pada tahun 2025, tetapi, pengiriman Cupra melonjak 33 persen sementara Seat turun 17 persen.
VW dilaporkan ingin Cupra saja menjual antara 500.000 dan 600.000 mobil setiap tahun.
Kabar tentang "hukuman mati" bagi merek ini muncul ketika VW sedang berjuang melawan program restrukturisasi yang jauh lebih besar di seluruh grup, yang dapat menutup empat pabrik di Jerman.
Manajemen ingin memangkas kapasitas produksi dari 12 juta menjadi sembilan juta kendaraan per tahun karena berjuang melawan penjualan yang lebih lemah di China, tarif, dan persaingan yang semakin ketat.
Baca juga: Grup VW berencana mengurangi separuh model mobilnya pada 2030
Baca juga: Renault Megane E-Tech Electric 2026 dirilis, jangkauan hingga 500 km
Baca juga: BYD setop impor mobil ke Indonesia, beralih penuh ke produksi lokal
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026