Australia (ANTARA) - Meski aturan emisi untuk kendaraan baru di Australia semakin ketat, Suzuki masih meyakini bahwa elektrifikasi akan merusak karakter mobil legendarisnya Jimny.
"Jika Anda berbicara tentang Jimny EV, saya pikir itu akan merusak bagian terbaik dari Jimny,” kata pimpinan Suzuki Toshihiro Suzuki menurut laporan laman Drive, Kamis (27/8) waktu setempat.
Ketika ditanya apakah pandangan tersebut masih berlaku pada 2026, General Manager Automotive Suzuki Australia Michael Pachota kembali menegaskan pendapat tersebut.
"Pandangan itu tidak berubah. Dan saya yakin sentimen tersebut masih tetap sama," kata Pachota.
Baca juga: Suzuki dikabarkan akan lakukan pembaruan pada model ikonik Jimny
Suzuki Jimny dan Jimny XL telah menggunakan mesin bensin empat silinder 1,5 liter naturally aspirated yang sama sejak model tersebut diluncurkan pada 2018. Mesin tersebut menghasilkan tenaga 75 kW dan torsi 130 Nm.
Meski mesin tersebut kini telah berusia delapan tahun dan Jimny menjadi model Suzuki paling populer dengan penjualan 7.027 unit pada 2025, merek asal Jepang itu menilai jajaran produknya saat ini masih berada pada posisi yang baik.
Suzuki pun belum melihat kebutuhan untuk menerapkan elektrifikasi pada model populernya tersebut.
"Kami berusaha sebaik mungkin dalam hal portofolio produk yang tersedia agar dapat beradaptasi, dan mempertahankan produk seperti Jimny dengan memperkenalkan produk-produk lainnya," ujar Pachota.
Jimny merupakan satu-satunya model dalam jajaran Suzuki yang tidak memiliki teknologi hybrid atau tenaga listrik dalam tingkat apa pun. Namun, merek tersebut juga menghadapi kritik karena menggunakan istilah hybrid untuk menggambarkan sistem 48 volt yang tidak memungkinkan mobil dikendarai hanya dengan tenaga listrik.
Untuk saat ini, masih menjual Jimny dalam konfigurasi mesin pembakaran internal tanpa elektrifikasi, dengan pilihan transmisi otomatis empat percepatan atau manual lima percepatan.
Di Australia, Suzuki tetap berencana memenuhi target New Vehicle Efficiency Standard (NVES), standar atau aturan efisiensi kendaraan baru yang menetapkan batasan emisi karbon (CO₂) rata-rata untuk kendaraan penumpang dan komersial ringan baru pada 2027.
Baca juga: Suzuki ungkap masa tunggu Jimny kini lebih cepat
Baca juga: Pemesanan Wrangler Whitecap dan 85th Anniversary Edition masih dibuka
Baca juga: GWM luncurkan mobil off-road mewah Tank 700 dengan tenaga 864 hp
Baca juga: Ford kembangkan navigasi khusus untuk berkendara off-road
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026