Jakarta (ANTARA) - CEO Lamborghini Stephan Winkelmann menyatakan tidak khawatir dengan semakin banyaknya mobil performa tinggi dua pintu yang bermunculan dari China, menurutnya, mobil-mobil tersebut tidak mampu menandingi sensasi emosional yang ditawarkan model-model Lamborghini.
Selama sekitar satu dekade terakhir, merek-merek mobil China lebih banyak berfokus pada model untuk pasar massal. Namun, beberapa di antaranya mulai memperluas jajaran produknya dengan menghadirkan mobil sport dan supercar berperforma tinggi.
Kendaraan tersebut umumnya mengandalkan motor listrik berukuran kompak dan baterai berkapasitas besar, lapor laman Carscoops, Selasa (25/8) waktu setempat.
YangWang U9 menjadi salah satu yang pertama. Mobil tersebut mencetak rekor kecepatan tertinggi baru untuk mobil produksi pada akhir tahun lalu. Baru-baru ini, Denza juga memperkenalkan Z bermotor tiga yang menghasilkan tenaga 1.582 hp dan dibanderol lebih murah dibandingkan Porsche 911 Carrera 4 GTS.
Baca juga: Lamborghini segera tinggalkan transmisi manual
“Kami tidak melihat ini sebagai ancaman... karena mereka membuat mobil listrik," kata Winkelmann.
“Jika kami mengatakan bahwa kami tidak membuat mobil listrik karena suatu alasan, maka ada juga gagasan di balik cara kami memandang para pesaing kami dari China atau produsen China,” lanjutnya.
Ia menambahkan bahwa merek-merek China tidak dapat bersaing dalam hal “performa mobil kami, suara, dan emosi.”
Sebagian pihak mungkin berpendapat bahwa Winkelmann seharusnya memperhatikan performa yang ditawarkan para pendatang baru dari China. Namun, ia memang memiliki alasan kuat ketika berbicara mengenai suara dan emosi yang dihasilkan model-model Lamborghini.
Secepat apa pun sebuah mobil listrik, kendaraan tersebut akan selalu kesulitan menyamai sensasi yang diberikan supercar dengan mesin pembakaran internal yang menghasilkan suara khas dan membangkitkan emosi.
Baca juga: Prestige Image Motorcars resmi bawa Temerario ke Indonesia
Supercar V8 baru dari China akan hadir
Sejumlah merek China tampaknya memahami hal tersebut. Selama beberapa tahun terakhir, Great Wall Motors (GWM) mengembangkan supercar bermesin tengah miliknya sendiri dan mobil tersebut tidak akan sepenuhnya menggunakan tenaga listrik.
Sebaliknya, model baru GWM akan menggunakan mesin V8 4,0 liter twin-turbocharged plug-in hybrid (PHEV) yang telah diperkenalkan oleh merek tersebut tahun lalu.
Mobil tersebut juga akan menggunakan struktur monocoque berbahan serat karbon yang ringan. GWM sebelumnya mengatakan model tersebut akan diarahkan langsung untuk bersaing dengan Ferrari SF90 Stradale.
Masih harus dilihat apakah merek-merek China seperti GWM mampu membuat supercar bermesin pembakaran sebaik kemampuan mereka dalam membangun mobil listrik berperforma tinggi. Namun, seiring berjalannya waktu, Lamborghini mungkin akan dipaksa untuk mulai memperhatikan mereka.
Baca juga: Lamborghini Urus Performante SE masih kalah cepat dengan pendahulunya
Baca juga: Lamborghini hadirkan Fenomeno Roadster bertenaga 1.065 hp
Baca juga: Penyebab Lamborghini rilis edisi langka meski sedikit yang mampu beli
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026