Australia (ANTARA) - Hyundai Ioniq 3 sempat merebut perhatian pada debut pengenalannya di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang di gelar di ICE BSD, Tangerang, awal bulan lalu.

Di Australia mobil listrik itu diperkirakan dibanderol mulai sekitar 40.000 - 45.000 dolar Australia (Rp507-Rp570 juta), belum termasuk biaya on-road, dan varian tertingginya bisa mencapai sekitar 55.000 dolar Australia (Rp694 juta).

Laman Drive, Rabu waktu setempat melaporkan Ioniq 3 dijadwalkan masuk ruang pamer Hyundai di Australia pada paruh pertama 2027. Mobil ini merupakan hatchback kecil dengan ukuran sekelas Toyota Corolla, menawarkan jarak tempuh hingga sekitar 500 km, serta ruang kabin yang lebih mendekati SUV Kona dibandingkan mobil listrik mungil Hyundai Inster.

Harga Ioniq 3 telah diumumkan di Inggris, mulai dari 22.245 hingga 31.945 poundsterling sebelum diskon, atau setara sekitar Rp537 juta hingga Rp771 juta jika dikonversikan langsung dengan kurs saat ini.

Ioniq 3 termurah di Inggris dilengkapi pelek alloy 16 inci, lampu depan LED, layar sentuh 12,9 inci, pengatur suhu kabin dua zona, kamera belakang, serta berbagai fitur keselamatan canggih.

Mobil tersebut menggunakan motor listrik depan bertenaga 108 kW dan torsi 250 Nm, serta baterai nickel-manganese-cobalt (NMC) berkapasitas 42,2 kWh. Jarak tempuh yang diklaim mencapai 343 km, sementara pengisian baterai dari 10 hingga 80 persen membutuhkan waktu 29 menit.

Baca juga: Hyundai mulai produksi Ioniq 3 di Turki

Pembeli dapat memilih baterai NMC 61 kWh dengan biaya tambahan. Baterai tersebut meningkatkan jarak tempuh hingga 496 km, meski membutuhkan tambahan satu menit untuk mengisi daya hingga 80 persen. Tenaga motor juga turun menjadi 100 kW dengan torsi 250 Nm.

Baterai tersebut diperkirakan menambah harga sekitar 5.000 dolar Australia, sehingga RRP-nya mendekati 45.000 dolar Australia sebelum biaya on-road.

Varian menengah Premium di Inggris menggunakan baterai 61 kWh, pelek alloy 17 inci, pengisian daya ponsel nirkabel, serta layar instrumen 9,9 inci sehingga pengemudi tidak perlu melihat layar sentuh utama untuk mengetahui kecepatan kendaraan.

Harganya di Australia diperkirakan sekitar 48.000 dolar Australia plus biaya on-road, berdasarkan metode perhitungan yang sama.

Varian Ultimate di Inggris, yang diperkirakan setara dengan harga sekitar 50.000 hingga 53.000 dolar Australia, mendapatkan pelek 18 inci, navigasi satelit, kursi depan berpemanas, lampu depan Matrix LED, serta kursi belakang yang dapat direbahkan.

Sementara itu, varian tertinggi N Line Evo, yang diperkirakan dibanderol mendekati 55.000 dolar Australia, mendapatkan desain eksterior sporty, pelek 19 inci, layar sentuh lebih besar berukuran 14,6 inci, kursi N Line berbahan suede dan kain, kamera 360 derajat, serta kamera pemantau titik buta.

Fitur seperti kursi depan berventilasi, kursi pengemudi dengan pengaturan elektrik, dan sistem audio premium Bose dengan delapan speaker tersedia sebagai opsi tambahan.

Baca juga: Hyundai boyong lini lengkap ke GIIAS 2026, ICE, listrik, hingga hybrid

Desain khusus dan pelek yang lebih besar pada varian tertinggi membuat jarak tempuhnya tercatat 426 km dalam pengujian laboratorium WLTP, dibandingkan 483 hingga 496 km pada varian lainnya.

Dengan panjang 4.155 mm, lebar 1.800 mm, dan tinggi 1.505 mm dalam spesifikasi standar, Ioniq 3 memiliki lebar yang kurang lebih sama dengan hatchback Hyundai i30. Namun, panjangnya 185 mm lebih pendek dari i30, sekaligus 52 mm lebih tinggi, sehingga memiliki tampilan yang lebih menyerupai SUV.

Ioniq 3 menjadi mobil produksi pertama Hyundai yang menggunakan sistem infotainment baru milik perusahaan, Pleos. Sistem tersebut beroperasi melalui layar sentuh berukuran 12,9 inci atau 14,6 inci yang mengatur sebagian besar fungsi kendaraan, dengan pengecualian sejumlah kontrol fisik untuk volume, suhu udara, kecepatan kipas, serta kursi berpemanas dan berventilasi.

Hyundai juga mulai memproduksi mobil listrik Ioniq 3 di pabriknya di Izmit, Turki yang menjadikannya sebagai mobil penumpang listrik pertama dari produsen otomotif asing yang diproduksi di negara tersebut.

Dilansir dari laporan ArenaEV pada Senin, Hyundai telah menginvestasikan 213 juta poundsterling atau setara Rp5,1 triliun untuk mempersiapkan fasilitas produksi tersebut.

Baca juga: Hyundai sajikan warna dan desain baru untuk Ioniq V

Baca juga: Hyundai Ioniq V usung baterai 66,8kWh dengan jarak tempuh hingga 620Km

 

Pewarta:
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026