Jakarta (ANTARA) - Hyundai mulai memproduksi mobil listrik Ioniq 3 di pabriknya di Izmit, Turki yang menjadikannya sebagai mobil penumpang listrik pertama dari produsen otomotif asing yang diproduksi di negara tersebut.

Dilansir dari laporan ArenaEV pada Senin, Hyundai telah menginvestasikan 213 juta poundsterling atau setara Rp5,1 triliun untuk mempersiapkan fasilitas produksi tersebut. Pabrik di Izmit juga menjalani transformasi besar selama dua tahun terakhir agar siap memproduksi kendaraan listrik.

Pabrik tersebut sebenarnya telah memproduksi kendaraan Hyundai sejak 1997 dan menjadi fasilitas produksi luar negeri pertama sekaligus yang paling lama beroperasi milik perusahaan.

Baca juga: Hyundai hentikan sementara operasi di pabrik Rusia dan Turki

Hingga saat ini, total investasi Hyundai di pabrik tersebut telah mencapai 1,185 miliar euro atau sekitar Rp24,4 triliun.

Untuk tahap awal, Hyundai menargetkan produksi sekitar 30.000 unit Ioniq 3 per tahun di pabrik Izmit.

Ioniq 3 sebelumnya diperkenalkan Hyundai dalam varian N Line pada April 2026, kemudian disusul versi Standard pada bulan Juli.

Baca juga: Hyundai perkenalkan Ioniq 3 untuk pasar Eropa

Hyundai berencana mulai memasarkan Ioniq 3 pada September mendatang dengan dua pilihan baterai dan motor.

Varian pertama menggunakan baterai berkapasitas 42,2 kWh dengan motor bertenaga 147 daya kuda. Sementara varian kedua membawa baterai lebih besar, yakni 61 kWh, tetapi menggunakan motor dengan tenaga 135 daya kuda.

Baca juga: Perkuat lini Ioniq di RI, Hyundai bakal boyong Ioniq 3 di GIIAS 2026

Pewarta:
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026