Jakarta (ANTARA) - Lembaga kajian independen Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai bahwa rencana pemerintah dalam mengakselerasi elektrifikasi dan mengurangi BBM subsidi mampu memberikan manfaat berlipat.

“IESR menyambut baik komitmen pemerintah untuk mengurangi subsidi BBM secara bertahap melalui percepatan elektrifikasi transportasi dan pemberian insentif bagi motor listrik produksi dalam negeri,” ujar Chief Executive Officer (CEO) IESR Fabby Tumiwa dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, kebijakan tersebut dapat memberikan manfaat berlipat berupa pengurangan impor energi, peningkatan kualitas udara perkotaan, serta pengembangan industri kendaraan listrik nasional,

Ia juga mengusulkan dalam tranformasi menuju energi listrik dan pengurangan BBM bersubsidi perlu diimplementasikan secara adil dan terencana dengan menyoroti beberapa hal yakni perlindungan terhadap kelompok rentan, peningkatan kualitas transportasi publik.

Baca juga: Transisi mobilitas berkelanjutan perlu kolaborasi berbagai pihak

Kemudian pembangunan infrastruktur pengisian daya yang merata hingga ketersediaan energi listrik yang bersih yang semakin dominan dalam sistem tenaga listrik nasional.

“Tanpa dekarbonisasi sektor kelistrikan, manfaat penuh elektrifikasi transportasi tidak akan optimal,” katanya lagi.

IESR memandang bahwa pidato Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah terobosan penting, terutama dalam bidang energi surya, elektrifikasi transportasi, efisiensi belanja publik, dan pembangunan infrastruktur dasar.

Lebih jauh, ia menyebut bahwa tantangan terbesar bukan lagi visi namun juga konsistensi kebijakan, tata kelola yang transparan, serta keberanian melakukan reformasi struktural yang diperlukan agar target-target tersebut dapat tercapai.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan akan mempercepat proses elektrifikasi mobilitas rakyat dalam penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Direktur IEA sebut Eropa tertinggal dalam hal elektrifikasi

“Kita akan percepat proses elektrifikasi mobilitas rakyat. Subsidi BBM harus kita kurangi secara signifikan. Untuk itu, Pemerintah yang saya pimpin kemarin telah meluncurkan ekosistem motor listrik nasional,” kata Presiden.

Selain itu, ia juga mengumumkan akan berikan insentif untuk satu juta motor listrik yang diproduksi di dalam negeri oleh pengusaha Indonesia.

“Kebijakan ini mempunyai tiga tujuan sekaligus yakni menurunkan biaya kendaraan bagi rakyat, mengurangi konsumsi bahan bakar impor, dan membesarkan industri motor listrik nasional beserta rantai pasok baterai, komponen, perangkat lunak, serta layanan purnajualnya. Insentif ini adalah investasi untuk menjadikan rakyat Indonesia pasar pertama bagi karya anak Indonesia,” ujarnya lagi.

Menurutnya, kehadiran motor listrik buatan Indonesia yang melaju di jalan raya merupakan tiga kemenangan sekaligus yakni penghematan bagi keluarga, pengurangan impor energi, dan pekerjaan bagi anak bangsa.

Baca juga: Kemenhub dorong elektrifikasi angkutan umum melalui Organda

Baca juga: Indef yakin insentif elektrifikasi kendaraan investasi pacu ekonomi

Baca juga: Changan berencana bawa 15 model kendaraan elektrifikasi ke Indonesia

Pewarta:
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026